Kisah Pemetik Daun Teh di Puncak Bogor, Diupah Rp 2 Juta Sebulan, Sehari Bisa Panen 1 Ton

Salah satunya Yuyu Mae yang sudah puluhan tahun bekerja sebagai buruh pemerik teh di Puncak Bogor.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Wahyu Topami | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Wahyu Topami
Pemetik teh di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kamis (4/5/2023). 

Laporan WartawamBogor.com Wahyu Topami

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Berlibur ke kawasan Puncak Bogor tentunya tak asing lagi dengan hamparan kebun teh yang tumbuh subur.

Daun teh menjadi bahan baku membuatan teh yang diproduksi oleh sejumlah pabrik teh di tanah air.

Pohon teh yang terlihat indah itu rupanya dipanen setiap hari oleh para pekerja di perkebunan teh.

Salah satunya Yuyu Mae yang sudah puluhan tahun bekerja sebagai buruh pemerik teh di Puncak Bogor.

Seorang ibu yang tinggal di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor itu mengaku sudah sekitar 22 tahun yakni sejak tahun 2001 hingga sekarang bekerja sebagai pemetih daun teh di Puncak Bogor.

Baginya, hujan dan terik panas matahari bukan halangan untuk berjuang membantu menopang perekonomian keluarga.

Yuyu Mae berusaha ikhlas menjalani profesinya sebagai buruh pemetik daun teh lantaran hanya memilki ijazah Sekolah Dasar (SD).

"Karenakan ini penghasilan ibu sehari-hari ya. Kalau ibu gak kerja di sini dimana lagi gitu, ini mata pencaharian utama. Da Ibu mah cuma punya ijazah SD," kata Yuyu Mae saat ditemui TribunnewsBogor.com, Kamis (4/5/2023).

Bahkan, untuk mencari tambahan ia kadang berjualan makanan atau bekerja sampingan lainnya.

"Ibu kalau mau jualan itu sampingan kalau buat jajan anak ongkos sekolah, kalau ada yang nyuruh apa aja ibu mau jadi sampingan gitu," pungkasnya.

Upah yang ia terima sebagai pemetih daun teh sebesar Rp 2 juta sebulan.

Pemetik teh di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kamis (4/5/2023).
Pemetik teh di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kamis (4/5/2023). (TribunnewsBogor.com/Wahyu Topami)

Itu pun ia harus kerja ekstra lantaran harus berpindah-pindah tempat.

Ia sudah mulai memilah daun teh yang akan dipanen sejak pukul 06:00 WIB hingga pukul 14:00 WIB.

"Kalau panen setiap hari, kadang seminggu kadang dua Minggu di sini, kalau udah habis pindah lagi ke kebun lain," ujarnya pada TribunnewsBogor.com.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved