"Final Push" di 224 Hari, Kuatkan Komitmen Fokus di 16 Target Program

Di awal Rakerda, Wali Kota Bogor, Bima Arya menyampaikan terima kasih atas kebersamaan dalam menata Kota Bogor.

Editor: Mohamad Rizki
Istimewa/Pemkot Bogor
'Final Push To The Max' untuk menguatkan komitmen menyelesaikan dan mengerjakan secara optimal target program yang sudah direncanakan menjadi tema dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor di Leuweung Geledegan Ecolodge, Kabupaten Bogor, Minggu (21/5/2023). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- 'Final Push To The Max' untuk menguatkan komitmen menyelesaikan dan mengerjakan secara optimal target program yang sudah direncanakan menjadi tema dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor di Leuweung Geledegan Ecolodge, Kabupaten Bogor, Minggu (21/5/2023).

Pembukaan Rakerda diawali dengan sesi warga bicara yang menghadirkan perwakilan warga untuk berbicara mengenai pandangan terhadap pembangunan, penataan dan pelayanan di Kota Bogor serta curhat dan harapan untuk Kota Bogor yang lebih baik.

Dalam Rakerda Kota Bogor, kuatkan komitmen di 224 hari sisa masa jabatan kepemimpinan Wali Kota Bogor, Bima Arya dan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim dibahas sejumlah program kerja dan target yang akan dicapai.

Di awal Rakerda, Wali Kota Bogor, Bima Arya menyampaikan terima kasih atas kebersamaan dalam menata Kota Bogor.

Bima Arya mengatakan bahwa hidup merupakan momentum antara kecepatan dan kekuatan (Speed and Power), sehingga effort (usaha) dan semangat serta kecepatan berbanding lurus dengan apa yang akan dicapai dan dampak yang akan terjadi.

"Saya ingin setiap menit, setiap jam kita Insya Allah memberikan kesempatan bagi kita mendapatkan momentum.

Mungkin momentum itu inspirasi, mungkin momentum itu gagasan, mungkin momentum itu adalah kepercayaan yang kemudian bangkit bersama. Karena hidup adalah momentum," katanya.

Dalam Rakerda yang diadakan selama dua hari ini, ada 16 poin target program yang dibahas, yakni penataan transportasi dan angkutan kota untuk Bogor semakin lancar, penyelesaian Jembatan Otista, Revitalisasi pasar, penataan kawasan, Jembatan Merah, penataan Air Mancur, Penataan Alun-alun Empang, pembinaan terhadap Anak jalanan, PMKS dan ODGJ, penyelesaian Bale Ageung Batutulis, Realisasi Bogor City Gallery dan Library, rencana perluasan RSUD, Kampung santri sekolah satu atap, relokasi rumah rawan bencana dan sentra kuliner.

Untuk menyemangati semua dalam mengejar momentum mencapai target capaian Bima Arya pun memberikan teriakan 'Final Push' yang kemudian dijawab oleh peserta Rakerda 'Yes, We Can!'.

Mengenai penataan angkutan kota dan transportasi untuk memperlancar Kota Bogor semua sudah ada perencanaanya.

Bima Arya meminta juga ketika jembatan Otista selesai dibangun, titik-titik yang menjadi hambatan harus clear agar ruas jalan di Kota Bogor lancar.

Terkait revitalisasi pasar, Bima Arya meminta kepada Dirut Perumda Pasar Pakuan Jaya beserta jajaran, dinas terkait, camat dan lurah fokus untuk menuntaskan penataan pasar.

Mengenai penataan kawasan ada beberapa titik yang menjadi fokus utama, selain di titik lainnya juga terus dilakukan penataan, diantaranya kawasan Pasar Bogor dan Suryakencana, Jalan Nyi Raja Permas, Jalan Sawo Jajar, Jalan Dewi Sartika, Jalan Kapten Muslihat - Jembatan Merah - Jalan Veteran - Pasar Tumpah Devris.

Selanjutnya adalah penataan Air Mancur, dan Alun-alun Empang.

Mengenai permasalahan PMKS, Anjal, ODGJ Bima Arya menyampaikan bukan soal estetika, namun tentang humanisme dan manusiawi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved