TERUNGKAP Fakta di Balik Viral Wanita Jadi Imam Salat Jemaah Pria, Hingga Ngaku Bisa Hapus Dosa

Dalam unggahan berdurasi 39 detik tersebut memperlihatkan seorang wanita menggunakan pakaian serba hijau tersebut menjadi imam untuk tiga pria di bela

Editor: khairunnisa
Kolase Tribun Trends/Instagram
Wanita jadi imam salat dan bisa hapus dosa, Ponpes Al Kafiyah pimpinan Ustazah Umariyah viral di media sosial. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Fakta di balik video viral yang menampilkan seorang wanita bercadar memimpin salat bagi jemaah pria di sebuah pondok pesantren wilayah Kabupaten Langkat akhirnya terkuak.

Dalam video yang tersebut gerakan sholat juga berbeda dengan gerakan shalat pada umumnya.

Video tersebut diduga dibuat di salah satu Pondok Pesantren Al-Khafiyah.

Mereka yang melakukan hal ini langsung mendapat perhatian dan ditelusuri oleh pihak terkait.

Namun pada Jum'at 30 Juni 2023, pihak terkait termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Langkat dan Pimpinan Padepokan Sendang Sejagat melakukan mediasi dan klarifikasi terkait hal tersebut.

Setelah diselidiki, video viral itu terjadi di Padepokan Sendang Sejagat, Desa Hinai Kiri, Kecamatan Secanggang, Langkat, Sumatera Utara.

"Sudah diklarifikasi," ujar Kasat Intel Polres Langkat, AKP M Syarif Ginting, Sabtu (1/7/2023).

Adapun yang disampaikan oleh pimpinan Padepokan Sendang Sejagat, Sunaryo alias Mas Karyo, dalam kegiatan mediasi dan klarifikasi, jika permasalahan ini timbul karena terdapat tayangan sepenggal dari video tersebut.

"Dari awal chanel YouTube dibuat hanya untuk hiburan semata-mata, dan tidak bermaksud menyinggung atau menistakan agama serta tidak bermaksud membuat kontroversial dalam masyarakat," ujar Karyo.

Lanjut Karyo, video viral itu sebenarnya video konten berupa film pendek dengan judul "Pesantren Sesat Dapat Menghapus Dosa".

Baca juga: Akhirnya Menyerah, Panji Gumilang Pimpinan Pesantren Al-Zaytun Akan Hadiri Panggilan MUI Hari Ini

Dengan tujuan mengedukasi kepada masyarakat agar tidak terjerumus dan terpengaruh terhadap ajaran Islam yang menyimpang.

"Video tersebut viral karena adanya oknum yang memotong atau mengedit video dengan adegan penyimpangan yang dilakukan Ponpes Al-Khafiyah, tanpa melihat isi penuh dalam video yang sebenarnya," ujar Karyo.

Sedangkan itu, dalam alur cerita film yang dibuat pihak Padepokan Sendang Sejagat, ingin membuktikan dan menyadarkan kepada pengikutnya bahwa, Ponpes Al-Khafiyah mengajarkan ajaran Islam yang menyimpang dengan cara-cara sihir atau gendam agar pengikutnya mengikuti perintah guru ponpes tersebut.

Guru Ponpes menjanjikan dapat menghapus dosa pengikutnya dengan membayar uang sebesar Rp 50 juta.

Sehingga harapan dengan adanya film tersebut, Pimpinan Padepokan Sendang Sejagat ingin mengedukasi kepada masyarakat agar tidak terpengaruh dan terjerumus kepada Ponpes yang mengatasnamakan Islam untuk meraup keuntungan pribadi.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved