TKI Taiwan Bawa Anak Majikan

Belajar dari Kasus Siti yang Rawat Anak Majikan, Faisal Soh: Semoga Taiwan Gak Bisa Jadi Negara

Faisal Soh mendoakan agar Taiwan tak bisa jadi negara setelah kasus Siti dan Sha Wang.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: widi bogor
Youtube channel Uya Kuya TV
Faisal Soh mendoakan agar Taiwan tak bisa jadi negara setelah kasus Siti dan Sha Wang. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Faisal Soh mendoakan agar Taiwan tak bisa jadi negara setelah kasus Siti dan Sha Wang.

Ia tampaknya masih kesal karena Siti Aisah tidak diperlakukan dengan baik saat mengantar Sha Wang ke Taiwan.

Faisal Soh kecewa karena Siti TKI bahkan harus menginap di shelter milik KDEI saat berada di Taiwan.

Padahal menurut dia, Siti setidaknya bisa disewakan penginapan yang layak.

Hal itu karena Siti sudah merawat Sha Wang dengan baik selama di Indonesia.

Bahkan Siti juga ikut mengantarkan Sha Wang ke Taiwan dan menemaninya untuk beberapa hari.

Menurut Faisal, jika pemerintah Taiwan tak bisa memediasi Siti dengan kakak Sha Wang, minimal ia memberikan tempat yang layak bagi Siti.

"Siti sampai ditempatkan di shelter lho, tanpa ada ucapan terimakasih telah merawat Sha Wang," kata Faisal Soh di Tiktok, dilansir TribunnewsBogor.com Senin (17/7/2023).

Ia pun meminta kepada pemerintah Taiwan agar lebih baik lagi dalam memperlakukan WNI yang sudah merawat warganya dengan baik.

Dimohon lain kali diberikan fasilitas, gak usah yang mewah yang penting cukup. Taiwan kan negara yang sangat maju," ujar Faisal.

Faisal Soh mengatakan, jika pemerintah Taiwan tak punya uang seharusnya jujur saja.

Faisal Soh murka dengan perlakuan Pemerintah Taiwan kepada Siti Aisah saat mengantarkan anak majikan.
Faisal Soh murka dengan perlakuan Pemerintah Taiwan kepada Siti Aisah saat mengantarkan anak majikan. (Kolase)

Kalau gak ada duit lu ngomong, biar gw yang sewain gitu loh. Jangan sampai begitu," ujar Faisal.

Faisal pun mengaku dirinya bersyukur tidak bisa kembali ke Taiwan.

"Ngerti kan kenapa saya enggak mau kembali ke Taiwan? Saya bersyukur enggak bisa kembali ke Taiwan, ngerti kan? Karena memang bener-bener, dari kasus Siti ini kita bisa belajar," tutur dia.

Bahkan Faisal Soh mengatakan kalau Taiwan ini tidak pantas diberi tahu secara baik-baik.

"Taiwan kau halusin? Diinjak kau. Kerasin! Biar tahu diri mereka!," kata Faisal emosi.

Bahkan Faisal Soh menyebut kalau mereka itu tidak ada terimakasihnya sama sekali kepada Siti.

"Kau pengen orang kita kerja di sana sopan. Kau aja warga kau sama petinggi-petinggi di aparat gak ada sopan santun. Apa yang musti gw sopanin sama kalian?," ujarnya murka.

Faisal Soh sampai mendoakan agar Taiwan tak bisa jadi negara.

"Belum jadi negara aja udah begitu kaga ada sopan, apalagi jadi negara. Apa kau injak-injak semua? Semoga Taiwan gak bisa jadi negara, Amin," katanya kesal.

Menurut Faisal, TETO juga sama saja dalam kasus ini.

"Kau tanya TETO ada balas chat gak? Begitu (Siti) sampe sana gak ada balas chat," jelasnya.

Faisal Soh pun membantah kalau mereka dijebak oleh Taiwan.

"Bukan dijebak, kita udah tahu. Cuma kita enggak menyangka, kayak fasilitasnya juga terlalu ini (kurang)," katanya lagi.

Padahal kata dia, dirinya sangat berharap Siti bisa menggugat keluarga Sha Wang di Taiwan.

Isi Chat Kakak Sha Wang ternyata bukan izin adopsi
Isi Chat Kakak Sha Wang ternyata bukan izin adopsi (TikTok Siti)

"Jujur nih ya, gw sebagai orang ketiga dari kasus Siti ini, saya udah gak peduli dengan warganya. Sitinya kasihan tapi, Siti enggak tega," kata dia.

Faisal Soh pun mengaku benar-benar kecewa.

"Suatu saat pasti ada balasannya. Kecewa jujur kecewa," tandasnya.
Ia lalu kembali mengungkap keheranannya pada Pemerintah Taiwan.

"Lu minimal kalau enggak bisa mediasi, lu fasilitasi WNI, lu hargain dong. Kok seolah-olah apa karena dari Indonesia ya? Makanya lu menyepelekan atau gimana sih ceritanya nih," kata Faisal.

"Jangan nanti lu bilang saya ngomong-ngomong ya. Saya tanya, apakah kalian menyepelekan? Apakah kalian merasa kalau kalian itu lebih negara maju apa? Heran loh saya," ucapnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved