Jadi Perlintasan Truk Pengangkut Hasil Tambang, Begini Cerita Warga Rumpin Bogor Setiap Harinya
Tak hanya asap knalpot, jika musim kemarau, debu-debu akan berterbangan ketika kendaraan besar melintas.
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Damanhuri
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, RUMPIN - Tinggal di jalur perlintasan kendaraan pengangkut hasil tambang bukanlah hal yang mudah.
Tak sedikit warga yang memendam keluh kesahnya selama tinggal di wilayah tersebut yang setiap harinya bergelut dengan truk-truk besar.
Seperti salah satunya Riki (38), warga Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.
Riki mengeluhkan polusi udara yang keluar dari kendaraan bertonase besar ketika melintas, terlebih kediamannya berada tepat di pinggir jalan utama.
Tak hanya asap knalpot, jika musim kemarau, debu-debu akan berterbangan ketika kendaraan besar melintas.
"Kalau udara kalau dibilang sudah terbiasa ya terbiasa, tapi bagi sebagian masyarakat juga terlalu pengap," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com.
Selain itu, jika turun hujan, akses jalan pun berubah menjadi seperti kubangan kolam ikan.
Air menggenang dan lumpur berada di atas jalan raya.
Karena kondisi jalan yang licin setelah turun hujan, kata dia, kerap terjadi kecelakaan lalu lintas, terutama kendaraan roda dua yang tergelincir.
"Dari beceknya juga, ada juga bencana seperti kecelakaan, itu yang sering kejadian apalagi kan ini jalan umum, fasilitas dipake semua orang," ungkapnya.
Sementara itu, dari pantauan TribunnewsBogor.com, kendaraan-kendaraan besar itu melintas kenal waktu.
Padahal, sudah terdapat Peraturan Bupati (Perbup) Bogor Nomor 120 Tahun 2022 yang mengatur tentang operasional kendaraan pengangkut hasil tambang.
Dalam aturan tersebut, kendaraan truk tambang hanya diperbolehkan melintas saat aktifitas masyarakat mulai menurun yakni pukul 20.00 WIB hingga 05.00 WIB.
Warga pun sangat berharap jalur tambang yang pada tahun ini mulai dibangun dapat segera rampung secepatnya.
Sehingga warga dapat beraktifitas dengan tenang dan nyaman.
"Untuk kedepannya masyarakat pengennya jalur tambang itu dipisah, mungkin lagi diusahakan, mungkin butuh proses," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/kendaraan-truk-tambang-saat-melintasi-wilayah-Kecamatan-Rumpin.jpg)