Ayah Kabur Usai Tusuk Ibu, Bocah di Lampung Rajin Ibadah Minta Pelaku Ditangkap, Sering Adzan
SOSOK Tama, Saksi Kunci yang Lihat Langsung Ayah Tusuk Ibu di Lampung, Sering Jadi Muadzin Saat Solat Jamaah
Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: widi bogor
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Al Rasyid Pandu Pratama (11) dan Salwa Adzika Nur Rasyidah (9) dikenal sebagai pribadi yang rajin ibadah.
Malahan Tama sering kali menjadi muadzin mengumandangkan adzan.
Banyak guru yang menaruh harapan besar agar keduanya tak putus sekolah.
Wajar saja, pasalnya Tama dan Salwa kini hidup tanpa ayah dan ibu.
Ibunya, Sutrisnawati, meninggal dunia tahun 2015 silam, tepatnya saat bulan Ramadhan.
Sementara ayahnya, Rangga Prayoga, kabur entah kemana setelah tega menganiaya sang ibu menggunakan pisau.
Kapolres Lampung Tengah AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya mengatakan hingga kini polisi masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku.
"Pelaku masih dalam pengejaran," kata Doffie saat dihubungi TribunnewsBogor.com.
Ia menekan nama dan lokasi persembunyian ayah Tama dan Salwa masih dalam penyelidikan.
"Masih didalami," katanya.
Meski begitu AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya menegaskan akan segera menangkap terduga pelaku.
"Tetap diusut tuntas," katanya.
Setelah ibunya meninggal dunia dan ayahnya kabur, Tama dan Salwa kini dirawat sang nenek, Sulastri.
Mereka tinggal di rumah gubuk di Dusun Adi luhur RT 002/001, Kampung Bandar Sakti, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah.
Sulastri merupakan buruh lepas dengan penghasilan Rp 80 ribu sampai Rp 100 ribu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/SOSOK-Tama-Saksi-Kunci-yang-Lihat-Langsung-Ayah-Tusuk-Ibu-di-Lampung.jpg)