Alasan Kucing Mengibaskan Ekor, Ternyata Jadi Kode Khusus
Kucing mengekspresikan emosi atau perasaan mereka melalui ekornya, seperti ekor mengembang karena ketakutan, menepuk-nepuk ekor dengan lembut saat tid
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Ekor adalah bagian penting dari anggota tubuh kucing dan salah satu cara kucing berkomunikasi melalui nonverbal.
Kucing mengekspresikan emosi atau perasaan mereka melalui ekornya, seperti ekor mengembang karena ketakutan, menepuk-nepuk ekor dengan lembut saat tidur siang serta membuat ekornya berdiri tegak dan kaku saat merasa agresif.
Namun, masih banyak pemilik kucing yang belum mengetahui tentang arti gerakan ekor kucing ini, termasuk mengapa kucing mengibaskan ekor?
Para ahli perilaku kucing mengatakan ketika ekor kucing mulai bergerak, pasti ada alasannya.
Tentu saja, mengartikan perilaku kucing mengibaskan ekor ini memerlukan sedikit bantuan ahli perilaku hewan.
Lantas, apa saja alasan kucing mengibaskan ekor?
Mikel Maria Delgado, ahli perilaku hewan terapan bersertifikat dan konsultan perilaku kucing bersertifikat dari Rover, mengatakan ada perbedaan antara cara anjing mengibaskan ekor dan gerakan ekor yang biasa dilakukan kucing.
"Kami biasanya menyebut kucing mengibaskan ekornya karena gerakan ini tidak sama dengan kibasan ekor anjing," katanya dikutip dari Reader's Digest, Senin (31/7/2023).
Makna dari gerakan ekor bisa sangat berbeda pada kucing.
Untuk mengetahui arti kibasan ekor kucing, Anda perlu memahami kucing peliharaan dengan baik.
"Secara umum, kucing yang mengibaskan ekor menandakan suatu tingkat kegembiraan, yang bisa jadi baik atau buruk, tergantung pada situasinya," ucapnya Delgado.
Beberapa kucing juga lebih "berdesir" secara umum, jadi sebaiknya amati kucing dengan cermat saat mengibaskan ekornya untuk membantu Anda menentukan apa yang mereka rasakan.
Jadi, langkah pertama memahami mengapa kucing mengibaskan ekor adalah mempelajari bahasa tubuh kucing.
Misalnya, tanda-tanda kucing diam-diam marah kepada Anda dan cara mengetahui apakah kucing sedang depresi.
Pemilik kucing pasti pernah melihat hal ini.
Saat berbaring, baik di sandaran sofa maupun pangkuan Anda, sering kali kucing mengibaskan ekor.
"Sama dengan kebanyakan perilaku kucing lainnya, perilaku satu ini sulit diuraikan. Apa arti kibasan ekor kucing dalam hal ini sangat tergantung," imbuh Delgado.
Namun, karena umumnya mengindikasikan suatu tingkat kegembiraan atau gairah, kucing mengibaskan ekor dapat menunjukkan bahwa sahabat bulu tidak sepenuhnya santai.
Kucing sedang mengalami konflik. Mungkin ada suara yang mengganggu atau mereka menginginkan perhatian, tetapi hanya dengan cara tertentu.
Delgano menjelaskan, jika kucing peliharaan menggerakkan ekornya ke depan dan belakang saat Anda mengelusnya, bisa jadi sahabat bulu mengalami stimulasi berlebihan.
"Ini bisa berarti kucing mulai merasa kesal karena dibelai," tambahnya.
Bisa juga karena cara Anda mengelusnya atau kucing sudah muak dengan belaian Anda. Jadi, hentikan mengelus kucing untuk mencegah Anda dari risiko kucing yang marah, seperti mencakar hingga menggigit.
Menurut Delgano, ada beberapa maksud yang ingin disampaikan kucing saat mengibaskan ekornya, entah itu baik maupun buruk.
Misalnya, apabila kucing menatap ke luar jendela ke arah kucing lain dan mengibaskan ekornya, sahabat bulu mungkin sedang frustrasi atau senang.
Jika Anda mengelus kucing dan mengibaskan ekornya, kemungkinan besar kucing sedang kesal.
Singkatnya, ini semua tentang mengamati kucing serta menangkap petunjuknya.
Namun, perlu diingat, Anda tidak bisa hanya melihat dari ekornya saja.
Dia memperingatkan melihat apa yang sedang terjadi di lingkungan sekitar dan perhatikan seluruh bahasa tubuh kucing peliharaan.
Apakah kucing tampak santai, mengedipkan mata, berbaring, mendengkur, atau meremas-remas? Apakah kucing dengan tubuh tegang dan membungkuk? Apakah kucing bekerja keras dengan bulu yang mengembang dan bersuara?
Petunjuk-petunjuk tersebut dapat membantu Anda lebih memahami apa arti kibasan ekor kucing.
Sama dengan manusia, kucing adalah makhluk yang kompleks. Jadi, perlakukan kucing seperti itu.
"Kucing bisa memiliki perasaan yang campur aduk atau berubah pendapat dengan cepat," kata Delgado. Untuk memahami kucing peliharaan, pastikan Anda memberi perhatian dan meningkatkan pengetahuan Anda tentang perilaku kucing.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/kucing_20151106_230507.jpg)