Jubir Gerindra Tak Berkutik Hadapi Tiyo Ardianto, Skak Mat Kompetensi Nanik S Deyang Kepala BGN
Jubir Gerindra Tak Berkutik Hadapi Tiyo Ardianto, Skak Mat Kompetensi Nanik S Deyang Kepala BGN
Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Ardhi Sanjaya
Ringkasan Berita:
- Ketua BEM UGM mengkritik Nanik S Deyang karena dinilai tidak memiliki pengalaman di bidang gizi.
- Gerindra membela Nanik dan mengatakan pemimpin BGN tidak harus ahli gizi.
- Keduanya berdebat soal apakah jabatan diberikan karena kompetensi atau loyalitas.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Juru Bicara Partai Gerindra Astrio Feligent tak berkutik di hadapan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) Periode 2025 Tiyo Ardianto. Niat membela Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Nani S Deyang, Astrio justru dibuat diam atas jawaban Tiyo.
Debat panas tersaji ketika Astrio bertemu Tiyo di acara Kompas TV beberapa hari lalu.
Tiyo Ardianto diminta pendapat perihal penunjukan Nani sebagai Dadan Hindayana yang dicopot sebagai Kepala BGN.
Ia mengatakan bahwa cara bicara Astrio lebih baik dibanding Presiden Prabowo Subianto.
"Saya pengen apresiasi mas Triyo dulu, public speakingnya lebih bagus daripada pak presiden," kata Tiyo.
Tiyo berpendapat kepemimpinan Nani akan sama persis dengan yang sudah dilakukan Dadan sebelumnya.
Kini Dadan menjadi tersangka atas kasus korupsi makan bergizi gratis (MBG).
"Kita lihat pidato pertama bu Nani tidak ada satu pun point transformasional yang disampaikan. Sudah 27 ribu SPPG dibangun baru ngomong kantin sekolah akan diberdayakan. Itu sudah terlambat luar biasa," kata Tiyo.
Ia mengatakan penunjukan Nani sebagai Ketua BGN yang baru bukan atas kompentensi, melainkan hanya sekadar karena loyalitas.
"Jadi kita sebenarnya sudah dihadapkan pada situasi, syarat pejabat itu kan dua, kompetensi dan moralitas, tapi di zaman Prabowo kompetensi tidak ada, moralitas tidak ada, yang penting loyalitas," katanya.
Tiyo Ardianto mengatakan latar belakang pendidikan dan keilmuan Nani sama sekali tidak berkaitan dengan gizi.
Baca juga: Bos BGN Dadan Hindayana Terjerat Korupsi, Motor Listrik MBG di Gudang Sentul Bogor Kini Menumpuk
Padahal tujuan utama dari makan bergizi gratis ialah memenuhi kebutuhan gizi anak hingga ibu hamil.
"Bu Nani kalau kita ngomong kompetensi apa ? beliau seorang wartawan kebetulan jadi timses (tim sukses), sempat punya masalah moral yaitu masalah bu Ratna Sarumpaet yang bikin kebohongan publik. Lalu loyal pada pak Prabowo menajdi Wakil Kepala BGN, lalu hari ini dipilih menjadi Kepala BGN," katanya,
Pendapat Tiyo langsung disanggah Juru Bicara Partai Gerindra Astrio Feligent.
Ia mempertanyakan kompetensi seorang wartawan dalam mengelola BGN.
| SPPG di Kota Bogor Terus Bertambah, 10 Sekolah Swasta Pilih Tak Terima Makan Bergizi Gratis |
|
|---|
| Terungkap Sosok Oknum Pejabat Diduga Punya 100 Lebih Dapur MBG, Garap di Daerah Terpencil |
|
|---|
| Sony Sonjaya Ungkap Isi Chat 26 Tokoh yang Rebutan Dapur MBG, Ogah Dicap Aktor Utama Jual Beli SPPG |
|
|---|
| PDIP Sebut Sudah Curiga Ada yang Tak Beres di Program MBG : Dari Awal Suara Kritis Sudah Ungkap Itu |
|
|---|
| Nasib Motor Listrik MBG Nilai Triliunan di Sentul Bogor, Jadi Pajangan Usai Dadan Hindayana Diciduk |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Jubir-Gerindra-Tak-Berkutik-Diskakmat-Tiyo-Ardianto.jpg)