Sisi Lain Bogor

Bukan Sengaja Tak Diperbaiki, Ternyata Ini Alasannya Jalan di Areal Kebun Teh Puncak Bogor Rusak

Salah satunya jalan yang berada di dekat tempat wisata Telaga Saat dan Telaga Warna, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Jalan perbukitan di tengah

Tayang:
Penulis: Wahyu Topami | Editor: Reynaldi Andrian Pamungkas
TribunnewsBogor.com/Wahyu Topami
Jalan Perkebunan Teh Menuju Telaga Saat dan Telaga Warna, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Selasa (8/8/2023) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Wahyu Topami 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Ini alasan jalan di perkebunan teh yang berada di kawasan Puncak Bogor selalu rusak.

Salah satunya jalan yang berada di dekat tempat wisata Telaga Saat dan Telaga Warna, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Jalan perbukitan di tengah-tengah perkebunan teh itu hanyalah bebatuan dan tanah berdebu saja.

Panjang jalan dari pintu masuk menuju Telaga Saat sendiri berkisar sejauh 1 kilometer dengan jarak tempuh hampir 20 menit.

Ternyata rusaknya jalanan itu tidak semata-mata sengaja dilakukan.

Alasan tersebut diungkapkan oleh salah satu pengelola kebun teh di Puncak Bogor, PT Sumber Sari Bumi Pakuan (SSBP).

Menurut Staf Pengelola Wisata Perkebunan SSBP, Heri mengaku, dibiarkannya jalan tersebut rusak bukan karena ketidak pedulian perusahaan terhadap wisatawan, namun ada beberapa hal yang harus dijaga dan dirawat oleh pihaknya.

"Jalan begini (rusak) guna meminimalisir segala hal yang berdampak negatif ke perkebunan, kemudian takutnya orang yang bawa motornya pada balap-balap, pada kencang itu," ujarnya pada TribunnewsBogor.com, Selasa (8/8/2023).

Baca juga: SEJARAH Berdirinya Masjid Attaawun Puncak Bogor, Awalnya Hanya untuk Pekerja Kebun Teh

Selain itu, jalan yang dibiarkan rusak itu guna meminimalisir adanya lonjakan volume kendaraan yang melintasi jalan perkebunan itu.

"Kita juga turut menjaga perkebunan, jangan sampai terlalu banyak motor atau mobil masuk, jadi takut rusak tehnya juga," ungkapnya.

Selain itu, kata Heri pihaknya juga sebenarnya bisa memperbaiki jalan rusak perkebunan teh itu, namun karena banyak pertimangan tersebut yang membuat perusahaannya berfikir lebih.

"Bukannya tidak peduli ya, bisa saja kita mengeluarkan dana untuk perbaiki jalan agar rapih bisa, cuman banyak pertimbangan," tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved