Kasus Pembunuhan di Subang
Pak RT Emosi Dijebak Danu dalam Kasus Subang, Dituduh Bersihkan TKP, Penyidik Sampai Minta Maaf
Pak RT marah dijebak Danu dalam kasus Subang, Sempat Dijemput Polisi 3 Mobil, Penyidik Sampai Minta Maaf
Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: widi bogor
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Ketua RT di Jalancagak mengaku emosi setelah menjadi korban pengakuan Danu soal kasus Subang.
Pak RT Dede mengaku sempat dituduh oleh Danu soal pembunuhan ibu dan anak di Subang.
Dede mengatakan ia sebelumnya tak mengenal Danu, namun sering bertemu saat mengantar hasil panen ke Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu.
Pak RT baru mengetahui pria yang sering dijumpai itu adalah Danu.
Sewaktu tanggal 18 Agustus 2021, Dede mengaku berada di kebun dekat lokasi kasus Subang.
Ia kemudian dipanggil saksi bernama Ujang.
Dede tak lantas menuju ke TKP pembunuhan ibu dan anak di Subang, ia sempat mengantar pekerja lain.
"Saya ada sedikit pengalaman kurang enak tentang masalah Danu. Waktu kejadian saya dipanggil pak Ujang sekitar jam 8. Sampai di TKP sekitar jam 9, udah ramai," kata Dede dikutip dari Misteri Mbak Suci.
Satu minggu setelah BAP pertama, kata Dede, ia mendadak didatangi 3 mobil berisi polisi.
"Tiba-tiba kurang lebih BAP senin, saya seminggu setelah BAP tiba-tiba dijemput sampai 3 mobil jam 10 malam, dibawa ke polsek," kata Dede.
Sesampainya di Mapolsek Jalancagak, Dede tiba-tiba dimaki-maki oleh penyidik Polres Subang.
"Setelah di polsek saya sempat dimaki-maki sama penyidik dari Polres. Dia bilang, 'bapak itu ketua RT kenapa bisa bohong'," kata Pak RT.
"Dengan adanya udah capek-capek BPA tapi di BAP bohong," tambahnya.
Dede pun mengaku sangat kaget.
Sampai kemudian penyidik menerangkan bahwa mereka menerima keterangan baru dari Mr. X.
"Saya kaget, 'ini pak ada keterangan baru, ada mr X, kata mr X bapak itu jam 6 sempat bantu-bantu bersih-bersih di TKP'," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Pak-RT-jadi-korban-kesaksian-Danu-soal-kasus-subang.jpg)