Bogor Hujan Angin

Kabupaten Bogor Dihadapkan dengan Cuaca Ekstrem, Iwan Setiawan Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Bupati Bogor, Iwan Setiawan meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem seperti saat ini.

Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
Bupati Bogor Iwan Setiawan minta masyarakat tingkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem, Kamis (13/4/2023). (Muamarrudin Irfani) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Bupati Bogor, Iwan Setiawan meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem seperti saat ini.

Menurutnya, sikap waspada sangat penting untuk mengetahui sedini mungkin potensi alam di sekitar tempat tinggal masyarakat.

"Kita semua harus terus meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Bogor, seperti hujan lebat, angin kencang dan lainnya," ujarnya, Rabu (1/11/2023).

Iwan Setiawan mengatakan telah menerima laporan dari BPBD Kabupaten Bogor terkait bencana alam akibat hujan lebat dan angin kencang yang terjadi pada Selasa (31/10/2023).

Ia membeberkan, data sementara berdasarkan penilaian kaji cepat, angin kencang dan hujan lebat di hari tersebut mengakibatkan sejumlah pohon tumbang dan 497 bangunan mengalami kerusakan.

Bangunan yang rusak tersebut tersebar di lima kecamatan dengan rincian Kecamatan Ciomas 465 bangunan, Dramaga 17 bangunan, Sukaraja 7 bangunan, Leuwisadeng 1 bangunan, dan Kemang 7 bangunan.

Atas hal itu, Iwan Setiawan langsung menginstruksikan unsur terkait seperti BPBD, DPKPP, Dinsos, bergerak cepat melakukan penanganan.

Pemerintah Kabupaten Bogor juga, kata dia, tengah menyiapkan bantuan untuk warga terdampak bencana.

"Saya sudah menginstruksikan untuk berkoordinasi melakukan pendataan kerugian materil dan non-materil atas bencana yang terjadi kemarin dan mendistribusikan bantuan untuk warga terdampak, termasuk menyiapkan bantuan untuk rumah yang rusak," katanya.

Iwan Setiawan menjelaskan, hingga hari ini petugas masih berada di lapangan untuk membantu warga, seluruh personel juga dalam kondisi siaga jika sewaktu-waktu diperlukan.

Tak hanya itu, para camat juga diminta aktif memonitor wilayahnya, termasuk lokasi-lokasi rawan bencana dan gencar melakukan mitigasi untuk meminimalisasi dampak jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

"Semua harus aktif melakukan mitigasi dan pencegahan," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved