Tebing Longsor Underpass Batu Tulis Bogor Masuk Proyek Penataan, Bima Arya Tekankan Hal Ini
Direktorat Jenderal Perekeretaapian (DJKA) akui tebingan yang longsor di atas underpass Stasiun Batu Tulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.
Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Yudistira Wanne
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR SELATAN - Direktorat Jenderal Perekeretaapian (DJKA) akui tebingan yang longsor di atas underpass Stasiun Batu Tulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor merupakan satu kesatuan dengan proyek pembangunan.
Proyek pembangunan ini yakni masih merupakan penataan kawasan Stasiun Batu Tulis serta pembangunan underpass Stasiun Batu Tulis.
"Iya merupakan bagian dari proyek ini (pembangunan underpas)," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian DJKA Mohamad Risal Wasal kepada TribunnewsBogor.com di lokasi longsor, Jumat (17/11/2023).
Meski begitu, Mohamad Risal Wasal menegaskan akan bergerak cepat untuk melakukan perbaikan di lokasi tersebut.
Termasuk membantu Pemkot Bogor untuk memperbaiki pipa PDAM yang ikut terdampak.
"Maksimun pengerjaan perbaikan 2 minggu. Yang jelas desainnya dibangun turap, dan bagaimana membantu pemkot mengatasi masalah pengairan supaya air bisa mengalir sesuai fungsinya," jelasnya.
Baca juga: Imbas Tebing Longsor di Atas Underpas Stasiun Batu Tulis, Pelanggan PDAM Kota Bogor Kini Kekeringan
Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya menuding, ditebingan yang longsor ini ada sesuatu yang salah.
Sebab, tebing ini sudah longsor dua kali dalam periode yang tidak lama.
"Karena ini kan sudah dikerjakan tapi longsor berati saya minta nanti segera dilakukan kajian cepat apa yang salah. Jadi tidak bisa membangun kembali begitu saja. Harus ada konstruksi yang dilihat lagi. Karena juga kan disini ada rembesan air disini," kata Bima Arya saat sidak kelokasi longsor.
Baca juga: PUPR Kota Bogor: Longsor di Kawasan Batu Tulis Akibat Proyek Underpas, Padahal Sudah Diingatkan
Bima Arya pun meminta pihak pelaksana pembangunan agar fokus dalam proyek pembangunan dan memerhatikan hal hal kualitas pekerjaan.
"Saya kira PT KAI harus lebih fokus dalam kualitas pekerjaan. Memang ada faktor force mager bencana. Tapi, itu kan bisa diantisipasi dengan hitungan yang pas dan teknik yang sesuai. Sehingga tidak jadi hancud lagi ketika diperbaiki. Jadi saya kira ada salah perhitungan disini," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Bima-Aryaa-171123.jpg)