Pelajar SMK Tewas
Mata Berbinar, Orang Tua Ungkap Ada 'Senyum' Perpisahan di Bibir Bintang Satria
Orang tua mana yang tak sedih melihat anaknya menjadi korban pembacokan apalagi hingga meregang nyawa.
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
Jejen (48), oang tua pelajar korban pembacokan di Ciampea, Kabupaten Bogor, Sabtu (2/12/2023).
Untuk memantapkan harapannya terhadap sang anak, ia memasukkan anaknya ke dalam pondok pesantren agar mendapat ilmu agama yang lebih matang dan bermanfaat di kemudian hari.
Setelah tiga tahun menimba ilmu di pondok pesantren, Baim memutuskan untuk mengenyam pendidikan di SMK Golden karena suatu hal.
Meski begitu, Jejen mengaku sudah ikhlas dengan kepergian sang anak dan selalu mendoakannya agar mendapat tempat terbaik di sisi Sang Pencipta.
"Makanya saya bangga, engga sia-sia saya mondokin anak saya," pungkasnya.
Semua itu diceritakannya dengan mata yang berkaca-kaca memendam kesedihan mendalam mengingat sosok sang anak yang diharapkan menjadi penerusnya kelak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/orang-tua-korban-pembacokan-ciampea.jpg)