Antisipasi Dampak Erupsi Gunung Salak Pasca Gempa, Bupati Bogor Minta BPBD Lakukan Mitigasi
Pengamatan kegempaan periode 1 hingga 9 Desember 2023, gempa Tektonik Jauh yang terekam sebanyak 31 kali kejadian dan gempa Tektonik 22 kali.
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Damanhuri
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mumarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merilis kondisi terkini Gunung Salak pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,0 di barat daya Kota Bogor pada Jumat (8/12/2023) dini hari.
Pengamatan kegempaan periode 1 hingga 9 Desember 2023, masih didominasi gempa Tektonik Jauh yang terekam sebanyak 31 kali kejadian dan gempa Tektonik Lokal sebanyak 22 kali kejadian.
Sedangkan Gempa Vulkanik sebagai indikasi aktivitas Gunung Salak tidak terekam.
Meskipun dari kegempaan cenderung normal, namun tetap perlu diwaspadai terjadinya erupsi freatik berupa semburan lumpur atau erupsi uap air (steam explosion) yang dapat terjadi tiba-tiba pasca terjadinya kenaikan gempa Tektonik Lokal beberapa hari lalu.
PVMBG menyebut aktivitas Gunung api Salak tidak mengalami peningkatan aktivitas vulkanik dan tetap berada pada Level I atau normal.
Pun begitu, masyarakat ataupun pengunjung dihimbau tidak memasuki kawah dalam radius 500 meter dari kawah-kawah yang aktif di Gunung Salak seperti Kawah Ratu, Kawah Hirup dan Kawah Paeh, terutama di musim hujan, untuk menghindari terjadinya akumulasi gas yang berbahaya.
PVMBG juga menghimbau masyarakat di sekitar Gunung Salak agar tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Salak. Masyarakat tetap dapat melakukan kegiatan seperti biasa dan diharapkan mengikuti arahan dari BPBD setempat.
Sementara itu, Bupati Bogor Iwan Setiawan mengatakan akan menginstruksikan jajarannya dalam hal ini BPBD Kabupaten Bogor untuk menginventarisir wilayah-wilayah yang akan terdampak dari aktivitas Gunung Salak.
"Kami akan melihat dulu konstruksi mana yang terdampak bilamana (terjadi) itupun harus diantisipasi. Mungkin nanti BPBD kami instruksikan untuk mengevaluasi atau mengkaji dari garis bentangan kaki Gunung Salak itu Kecamatan mana aja, karena memang tersebar kan ada dari Cijeruk sampa Sukajaya kalu tidak salah," ujarnya kepada wartawan, Rabu (13/12/2023).
Untuk itu, ia menghimbau kepada masyarakat agar tidak resah dengan adanya kejadian ini.
Iwan Setiawan menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaanya terhadap bencana alam.
"Memang kita ini hidup diatara dua kaki gunung, Gunung Gede Pangrango dan juga Gunung Salak, aktif, kami meminta menghimbau kepada warga yang rumahnya di kaki gunung itu harus waspada," pungkasnya.
Pemkab Bogor Raih Penghargaan Kepala Daerah Pendukung Baznas di Baznas Awards 2025 Tingkat Nasional |
![]() |
---|
Kunjungi PSSEJ Cigombong, Bupati Bogor Tekankan Pentingnya Pelestarian Elang Jawa Sebagai Aset Dunia |
![]() |
---|
Pemerintah Kabupaten Bogor Bahas Pembentukan 2 Dinas Baru, Bakal Ditempatkan di Vivo Mall |
![]() |
---|
Pembangunan Jalan Nirmala Malasari Terbentur Aturan Kawasan Konservasi, Pemkab Bogor Akan Negosiasi |
![]() |
---|
Hilang Saat Mandi di Kucuran Air, Balita Asal Sukaraja Bogor Ditemukan Tewas di Sungai Ciliwung |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.