Pedagang Rest Area Gunung Mas Puncak Bogor Menjerit: Ramenya Kalau Ada Acara Ajah

Sejumlah pedagang yang berjualan di Rest Area Gunung Mas di Puncak Bogor menjerit lantaran sepinya pembeli.

Penulis: Wahyu Topami | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Wahyu Topami
Rest Area Gunung Mas, Puncak Bogor, Kamis (28/12/2023). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Wahyu Topami

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Sejumlah pedagang yang berjualan di Rest Area Gunung Mas di Puncak Bogor menjerit lantaran sepinya pembeli.

Salah satu pedagang, Yayat mengatakan, meskipun Rest Area Gunung Mas sudah digunakan dan dapat dikunjungi wisatawan tetapi tidak dapat memenuhi kantong para pedagang.

"Jempling (sepi) rame kalau ada acara doang," ujarnya saat ditemui TribunnewsBogor.com, Kamis (28/12/2023).

Ia menceritakan kebanyakan wisatawan datang ke Rest Area Gunung Mas hanya untuk berswafoto ataupun melihat-lihat saja.

"(Wisatawan) masuk si banyak, cuman foto-foto doang, jalan-jalan doang yang jajan mah dikit, rame diparkir tengah mah jadi penonton," ungkapnya.

Selain itu ia persoalan lain seperti sarana prasarana pun masih sepenuhnya belum mendukung para pedagang.

"Air sering mati kalau warung pada buka," katanya.

Tidak hanya itu persoalan parkir pun ia terangkangkan tidak strategis dan cendrung tak mendukung para pedagang.

Sebab halaman parkir dengan pedagang jaraknya cukup jauh.

"Motor masuk tapi gak bisa parkir depan warung karena ada drainase," terangnya.

Senada dengan salah satu pengunjung Rest Area Gunung Mas, Sendi Prayudi, menjelaskan kalau Rest Area Gunung Mas kurang strategis untuk berbelanja sekaligus berjalan-jalan.

"Bagus sebenarnya mah, pemandangannya apalagi ya, cuman kalau mau jajan jauh banget kalau motor dibawa parkirnya susah masa harus di jalan kan. Apalagi mobil gak mungkin," pungkasnya.

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved