Aliran Sungai Cileungsi Kerap Tercemar Limbah Industri, Sparing jadi Solusi Minimalisir Pencemaran

Kondisi sungai Cikeas dan Cileungsi, Kabupaten Bogor memprihatinkan akibat tercemar limbah industri.

Tayang:
Editor: Yudistira Wanne
Istimewa
Proses penyaringan air yang tercemar limbah industri di Cileungsi Kabupaten Bogor. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kondisi Sungai Cikeas dan Cileungsi, Kabupaten Bogor memprihatinkan akibat tercemar limbah industri.

Tercemarnya air mengancam kesehatan warga yang tinggal di wilayah tersebut.

Akibat limbah industri, Sungai Cileungsi dan Cikeas terlihat berbeda. Aliran air Sungai Cikeas berwarna cokelat dan mengalir deras, sedangkan aliran air Sungai Cileungsi berwarna hitam pekat seperti oli dan alirannya seperti mengendap. Keduanya bertemu di sebuah persimpangan, dan mengalir ke arah Kali Bekasi, Kota Bekasi.

Merespon keluhan terjadinya pencemaran, inovasi sparing ditemukan PT Aspex Kumbong.

Baca juga: Sungai Ciesek Bogor Tercemar Limbah, Camat Megamendung Ungkap 2 Temuannya

Sparing adalah sistem yang secara otomatis dan terus menerus memantau, mencatat, dan melaporkan kegiatan pengukuran parameter air limbah pada suatu jaringan.

“Fungsi sparing adalah sebagai online monitoring. Jadi setiap saat kualitas air yang ada di IPAL atau WWTP yang akan dibuang itu dimonitoring, ada sensornya yang akan running terus. Jadi setiap detik akan terbaca baik itu parameternya COD, TSS dan PH serta Debit yang akan terbaca oleh KLHK dan kami juga akan melaporkan kalau ada ketidaksesuaian, kami secara aktif akan mengupdate ke KLHK,” jelas Dedi Rusli, dari Divisi WWTP PT Aspex Kumbong, Rabu (21/2/2024).

Baca juga: Wow Keren! Taman Safari Bogor Olah Sendiri Limbah Industri Wisata Gunakan Maggot

Dedi menjelaskan, alat pemantauan ini dipasang di titik output Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau Wastewater Treatment Plant (WWTP/WWT).

Dedi melanjutkan, pengelolaan limbah tidak berhenti sampai di situ. Lumpur yang sudah diendapkan pada rangkaian sistem Pengolahan Air Limbah jika sudah melewati pengolahan lebih lanjut akan dibakar di incerator dan energy panas yang dihasilkan dari pembakaran ini dimanfaatkan untuk proses produksi (recyle).

"Pengelolaan limbah sesuai dengan peraturan yang berlaku merupakan satu wujud komitmen dalam menjaga lingkungan. Kedepannya kami akan secara optimal mendukung upaya-upaya pelestarian alam dan lingkungan hidup di Indonesia dengan berbagai inovasi," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved