Curhat Pilu Siswi di Cigombong Bogor Dilecehkan Guru SMP, Respon BK Mengejutkan: Baru Sekali Kan?

Viral curhatan pilu seorang siswi di Cigombong, Kabupaten Bogor yang dilecehkan guru SMP-nya. Alih-alih dipecat, guru tersebut terkesan dilindungi.

|
Penulis: khairunnisa | Editor: widi bogor
kolase Instagram
Viral curhatan pilu seorang siswi di Cigombong, Kabupaten Bogor yang dilecehkan guru SMP-nya. Alih-alih dipecat, guru tersebut terkesan dilindungi pihak sekolah. Padahal korban dan keluarganya sempat mengadukan dugaan pelecehan tersebut ke kepala sekolah dan guru BK 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Nasib pilu dialami seorang siswi di wilayah Cigombong, Kabupaten Bogor.

Siswi yang identitasnya tak disebutkan itu adalah korban pelecehan oknum guru agama SMP di sekolahnya.

Akibat tindakan tersebut, warga setempat pun menggeruduk sekolah hingga mencari keberadaan oknum guru SMP cabul itu.

Warga murka dengan tindakan oknum guru cabul tersebut kepada korban yang notabene anak yatim.

Kisah korban yang menjadi korban pelecehan seksual gurunya pun viral di linimasa.

Lewat cuitan akun @voergo, korban mengurai kronologi pelecehan yang dialaminya pada Kamis (22/2/2024).

Awalnya, korban tengah berniat mengantar surat izin ke ruang guru.

Namun momen tersebut jadi awal petaka untuknya.

"Katanya (korban) mau nganterin surat izin pertandingan volly. Dia nganterin ke guru BK sama teman-temannya tapi yang masuk ke dalam sendiri sodara aku (korban) doang," ungkap diduga saudara korban dilansir TribunnewsBogor.com, Jumat (23/2/2024).

"Di situ dia (korban) diciumin bibirnya sama diremes-remes susunya. Di situ dia (korban) cuma diam nangis. Temannya yang di luar mikir kenapa lama di dalamnya. Pas mau dilihat, sodara aku udah keburu lari terus ke kelas ambil tas langsung pulang sambil nangis," sambungnya.

Pasca-kejadian, korban pun terus menangis dan enggan bercerita ke keluarga.

Hingga akhirnya, keresahan korban tak bisa terbendung lagi setelah membaca chat dari guru cabul tersebut.

Ilustrasi pencabulan
Ilustrasi pencabulan (Istimewa/kolase)

Oknum guru bernama Eman itu meminta korban untuk tidak mengadukan pelecehan tersebut ke orang lain.

"Tadinya mah ga cerita cuma nangis mulu bengong mulu, Selasa aja mau sekolah takut dia sampe kesiangan berangkatnya. Mau sekolah takut meren ga sekolah takut ditanya mamahnya," pungkas saudara korban.

"Ada WA dari si Emannya ke korban katanya gini 'kejadian tadi jangan sampe orang tahu ya cukup kita berdua aja'. (Pelaku) sering ngajak ketemu," sambungnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved