Asal-usul Nama Wilayah Karadenan Bogor, Ternyata Isinya Para Keturunan Kerajaan Padjajaran
Kampung Kaum merupakan tempat tinggal para raden atau sebutan untuk orang-orang yang memiliki keturunan darah biru dari para leluhurnya.
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Naufal Fauzy
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Wilayah Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor menyimpan segudang sejarah yang menarik untuk dibahas.
Sebab, di wilayah tersebut tepatnya di Kampung Kaum merupakan tempat tinggal para raden atau sebutan untuk orang-orang yang memiliki keturunan berdarah biru dari para leluhurnya.
Salah satu tokoh masyarakat setempat, Raden Dadang Supadma mengatakan, diakui bahwa wilayahnya banyak sekali ditinggali oleh orang-orang yang memiliki garis keturunan raja.
"Jadi memang nama Karadenan ini berasal dari banyaknya warga di sini yang keturunan raden, baik itu yang melalui Banten-Cirebon dari Pangeran Ahmad Djakerta atau Pangeran Jayakarta atau melalui Padjadjaran dari Prabu Siliwangi," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (19/3/2024).
Bukti wilayah tersebut cukup istimewa diperkuat dengan adanya makam seorang tokoh penyebar agama islam yakni Raden Syafe'i yang merupakan keturunan dari Prabu Siliwangi.
Tak hanya itu, dulu kala di wilayah tersebut juga terdapat sebuah kerajaan kecil bernama Muara Beres yang juga berada di bawah naungan Kerajaan Padjajaran.
Namun sayangnya jejak sejarah adanya kerajaan Muara Beres itu tak tersisa, sama seperti kerajaan Padjajaran yang menghilang tanpa jejak.
"Kerajaan Muara Beres itu dipimpin oleh Raja Prabu Surawisesa, putra Prabu Siliwangi dari Kenting Manik Maya Sunda. Beliau (Raden Syafe'i) kan juga keturunan Prabu Siliwangi, berarti secara kekerabatan masih ada hubungan," terangnya.
Di Kampung Kaum juga terdapat bangunan masjid bersejarah yang didirikan oleh Raden Syafe'i pada tahun 1667 Masehi yang diberi nama Masjid Jami Al-Atiqiyah.
Tempat ibadah yang bergaya arsitektur ala kerajaan ini diyakini menjadi masjid tertua di wilayah Cibinong, Kabupaten Bogor.
"Fisik yang sekarang ini perubahan-perubahan yang kelima. Jadi yang aslinya ini sudah tidak ada, keasliannya ini kalau kita lihat kayak Masjid Demak, tipe-tipe seperti gitu, semuanya dari kayu jati," ungkapnya.
Di salah satu ruangan pada masjid tersebut juga menyimpan benda-benda pusaka peninggalan para leluhur yang diwariskan kepada keturunannya.
Benda pusaka tersebut berjumlah sekitar 110 bilah yang terdiri dari keris, golok, kujang hingga gamelan yang tersimpan rapi di dalam ruangan museum keris.
Raden Dadang Supadma menjelaskan, tujuan dibangunnya museum keris tersebut untuk menjaga kelestarian peninggalan dari para leluhur yang telah diwariskan.
Karadenan
berdarah biru
Raden Dadang Supadma
Pangeran Ahmad Djakerta
Pangeran Jayakarta
Prabu Siliwangi
| Berkah Bulan Suci Ramadhan, Penjual Kerupuk Mie di Cibinong Bogor Kebanjiran Order |
|
|---|
| Terkuak Cara Pencuri di SDN Karadenan 01 Bogor Beraksi, Pakai Penutup Kepala hingga Bahan Kimia |
|
|---|
| SDN Karadenan 01 Bogor Jadi Target Pencurian, Puluhan Komputer hingga Tabung Gas Raib Digasak Pelaku |
|
|---|
| Diguyur Hujan Deras, Pohon Besar Tumbang Timpa Motor di Karadenan Bogor |
|
|---|
| Diduga Alami Gangguan Jiwa, Seorang Remaja di Cibinong Bogor Nekat Bakar Rumah Sendiri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Museum-keris-di-Masjid-Jami-Al-Atiqiyah.jpg)