BMKG Jawa Barat Beri Sinyal Soal Cuaca Ekstrem di Bogor, Wilayah Perbukitan Harus Waspada

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberi peringatan prakiraan cuaca untuk Jawa Barat, khususnya wilayah Bogor.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Wahyu Topami | Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Wahyu Topami
Hujan dengan Intensitas Tinggi Mengguyur Kawasan Wisata Puncak Bogor, Rabu (27/3/2024). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Wahyu Topami

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberi peringatan prakiraan cuaca untuk Jawa Barat, khususnya wilayah Bogor.

Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Rakhmat Prasetia mengatakan, wilayah kota dan Kabupaten Bogor diprediksi menghadapi cuaca ekstrem.

Lanjut Rakhmat, cuaca ekstrem itu disebabkan karena adanya sejumlah fenomena atmosfer.

"Fenomena ini disebabkan oleh pertemuan angin dan perubahan dalam fluida atmosfer dan laut di sekitar kawasan ekuator," ujarnya saat dihubungi TribunnewsBogor.com, Rabu (27/3/2024).

Baca juga: BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Ekstrem di Bogor, Waspada Masih Terjadi Hingga 3 Hari ke Depan

Prakiraan cuaca ekstrem tersebut diperkirakan akan terjadi mulai tanggal 28 Maret hingga 3 April 2024 mendatang.

"Potensi hujan dengan intensitas tinggi, kilat atau petir, dan angin kencang dapat menyebabkan bencana alam seperti banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang," tambahnya.

Prasetia juga mengimbau agar masyarakat, terutama yang tinggal di daerah perbukitan, tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang seringkali disertai petir, terutama pada rentang waktu antara pukul 10:00 hingga 14:00 WIB.

"Waktu tersebut merupakan saat di mana terjadi pemanasan yang sangat kuat sehingga menyebabkan suhu udara meningkat, yang biasanya ditandai dengan jenis awan yang berwarna gelap dan menjulang tinggi seperti kembang kol, terkadang dengan landasan pada puncaknya (Awan jenis Cumulonimbus)," jelasnya.

Baca juga: Bogor Diguyur Hujan Sejak Pagi, BMKG Imbau Waspada Dampak Cuaca Ekstrem

Menurutnya daerah perbukitan menjadi titik yang paling rentan terjadinya bencana alam akibat cuaca ekstrim.

"Khususnya untuk daerah bertopografi curam, bergunung atau rawan longsor, penting untuk tetap waspada terutama saat hujan ringan hingga sedang berlangsung secara berturut-turut, yang dapat meningkatkan risiko terjadinya tanah longsor," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved