Info Mayapada Bogor
Kenali Perbedaan Kista Ovarium dan Kanker Ovarium, Simak Gejala dan Cara Pengobatannya
Sering dianggap sama, padahal kanker ovarium dan kista ovarium adalah dua jenis penyakit yang berbeda. Simak gejalanya untuk lebih waspada.
Penulis: tsaniyah faidah | Editor: Tsaniyah Faidah
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kanker ovarium kerap kali dianggap sama dengan kista ovarium.
Padahal keduanya adalah kondisi yang berbeda, dimana kista merupakan tumor jinak berupa benjolan yang tumbuh di indung telur.
Sedangkan kanker ovarium terjadi terjadi ketika sel-sel tumor ganas tumbuh pada indung telur wanita.
Kista ditandai adanya pembesaran di indung telur, dari yang ukurannya hanya beberapa centimeter sampai sebesar bayi.
Umumnya pertumbuhan kista berlangsung perlahan menjadi besar dan sifatnya jinak.
Berbeda dengan kanker ovarium, pertumbuhannya sangat cepat bahkan bisa berpindah ke organ lain di sekitarnya, dan mampu tumbuh (metastase jauh) di paru-paru, tulang, hingga otak.
Kebanyakan, penderita kanker ovarium adalah wanita dengan usia di atas 40 tahun.
Meski usia di bawah itu jarang, namun bisa terjadi.
Gejala kista ovarium dan kanker ovarium
Dokter Subspesialis Ginekologi Onkologi Mayapada Hospital Bogor, dr. Yudi A Eka Putra Sp.OG(K)-Onk., M.Kes menjelaskan perbedaan gejala kista ovarium dan kanker ovarium.
Gejala awal kanker ovarium yang umumnya dirasakan wanita meliputi perut membesar dan nyeri perut bagian bawah.
Nyeri perut terjadi karena tumor yang berkembang menekan organ di sekitarnya.
Gejala lebih lanjut, penderita akan mengalami gangguan buang air besar dan kecil.
"Jika ada perasaan yang aneh pada rongga perut bagian bawah, terutama wanita di atas 40 tahun, harus aware periksakan diri," jelasnya kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (10/5/2024).
Sementara pada wanita yang mengalami kista ovarium, karena pertumbuhan yang perlahan, gejalanya tak begitu nyata, namun bila sudah membesar akan mirip seperti tumor ganas juga.
Pengobatan
Menurut dr. Yudi, untuk mengetahui secara pasti apakah yang dialami adalah kista atau kanker adalah dengan cara melakukan operasi.
"Kenapa dilakukan operasi? Sebab tegaknya diagnosa pasti itu dari operasi. Jadi diambilnya benda tersebut, lalu dikirim ke dokter patologi, maka diagnosanya akan pasti," jelasnya.
Oleh sebab itu, jika ada yang datang mengeluhkan beberapa gejala, dokter biasanya menyarankan untuk segera melakukan operasi.
Beberapa kasus dengan kondisi yang tidak memungkinkan untuk operasi, terkadang memerlukan perbaikan kondisi umum pasien, lalu selanjutnya diberikan Neoadjuvant Chemotherapy.
Begitu juga bila ditemukan pasien dengan terduga advance stage atau inoperable, diperlukan Neoadjuvant Chemotherapy untuk mengecilkan tumor lebih dahulu
"Operasi dan kemoterapi bisa dilakukan di Mayapada Hospital Bogor," ungkapnya.
Lalu apakah kanker ovarium bisa sembuh?
dr. Yudi menyatakan kemungkinan sembuh dari penyakit tersebut bisa terjadi.
Bukan saja dari terapi, tapi 60 persen karena keinginan sembuh dari pasien sendiri.
dr. Yudi pun memberikan tips agar tak mengalami kista ovarium dan kanker ovarium.
Menjalani gaya hidup sehat adalah yang paling utama, dengan cara memerhatikan asupan makanan, cukup tidur, berjemur, berpikir positif, berserah diri dan berdoa.
| Pionir di Indonesia dan Asia Tenggara, Mayapada Eye Centre Luncurkan Layanan SMILE Pro Hyperopic |
|
|---|
| Industri Kesehatan Indonesia, Mayapada Healthcare dan Apollo Hospitals Beri Layanan Kelas Dunia |
|
|---|
| Cara Ampuh Atasi Stroke Sumbatan, Ada di Mayapada Hospital Bogor dan Bandung |
|
|---|
| Pilihan Terapi Pembedahan pada Pasien Parkinson, Efektif Memperbaiki Gangguan Gerak |
|
|---|
| Penyebab Rasa Nyeri Terus Menerus di Bahu, Simak Cara Mudah Mengatasinya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/perbedaan-kanker-dan-kista-ovarium.jpg)