Nasib Bayi Kembar usai Tragedi Polwan Bakar Suami Hidup-hidup, Masa Depannya Ikut Dipertaruhkan

polwan berinisial FN alias Briptu Dila tega membakar suaminya sendiri yakni Briptu Rian Dwi Wicaksono hingga tewas.

|
Penulis: Damanhuri | Editor: Damanhuri
Kolase Tribun Bogor/istimewa
Nasib Bayi Kembar usai Tragedi Polwan Bakar Suami Hidup-hidup 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Insiden polwan bakar suami dirumah dinas Aspol nomor J1, Jalan Pahlawan, Kelurahan Miji, Kranggan, Kota Mojokerto, Jawa Timur cukup menuai sorotan publik.

Tragedi tersebut menyisakan kesedihan dan duka mendalam bagi keluarga korban.

Seperti diketahui, polwan berinisial FN alias Briptu Dila tega membakar suaminya sendiri yakni Briptu Rian Dwi Wicaksono hingga tewas.

Korban yang juga merupakan seorang anggota polisi itu dibakar hidup-hidup oleh Briptu Dilla dengan kondisi tangannya diborgol.

Pasangan suami istri tersebut memilki tiga orang anak yang usianya masih sangat kecil.

Anak pertama merek yakni masih berusia 2 tahun.

Sedangkan, anak kedua dan ketiga mereka merupakan bayi kembar yang baru berusia 4 bulan.

Baca juga: Sosok Polwan yang Bakar Suami Hidup-hidup, Ternyata Mamah Muda yang Baru Melahirkan Anak Kembar

Sosok Polwan yang Bakar Suami Hidup-hidup di Mojokerto
Sosok Polwan yang Bakar Suami Hidup-hidup di Mojokerto (Kolase Tribun Bogor/ist)

Lalu, bagaimana nasib anak-anak Briptu FN dan Briptu Rian ?

Tragedi itu rupanya menyisakan kisah pilu pada ketiga anak korban.

Korban yang usianya masih kecil itu kini berstatus anak yatim.

Sebab, ayah kandungnya tewas dibakar hidup-hidup oleh ibunya sendiri.

"Si saudara FN ini kan memiliki anak yang masih kecil. Yang pertama itu umur dua tahun, yang kedua dan ketiga (kembar) umurnya empat bulan," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Dirmanto

Kini, masa depan tiga anak Briptu FN dan Briptu Rian itu ikut dipertaruhkan.

Sebab, mereka terancam tumbuh besar tanpa kehadrian orangntuanya.

Baca juga: Ancaman Polwan Sebelum Bakar Suami Hidup-hidup, Chat WhatsApp Terakhirnya Briptu FN Terkuak

Duduk Masalah Polwan Bakar Polisi di Mojokerto
Duduk Masalah Polwan Bakar Polisi di Mojokerto (Ist)

Ayah kandungnya Briptu Rian Dwi Wicakson sudah meninggal dunia.

Jasad sang ayah sudah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum, Desa Sumberjo, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Minggu (9/6/2024).

Sedangkan, ibu kandungnya Briptu Dila kini menjadi tersangka usai membakar suami hidup-hidup.

"Sementara ini, kami terapkan pasal KDRT," ungkap Kombes Pol Dirmanto.

Menurutnya, Briptu FN kabarnya tersulut emosi karena suaminya yang berdinas sebagai Anggota Satsamapta Polres Jombang selalu menghabiskan uang gajinya untuk bermain judi online.

Uang tabungan dari gaji tersebut, lanjut Dirmanto, dianggap oleh Briptu FN seharusnya dapat digunakan untuk membiayai hidup keduanya, beserta ketiga anak mereka.

"Saudara almarhum korban sering menghabiskan uang belanja yang harusnya dipakai untuk membiayai hidup ketiga anaknya. Ini temuan sementara yang bisa kami sampaikan," ujarnya di Lobby Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim.

Baca juga: Ngeri! Detik-detik Polwan Bakar Suami Hidup-hidup di Rumah, Korban Diborgol Lalu Disiram Bensin

Terungkap deretan fakta di balik viral kasus seorang Polwan di Mojokerto tega membakar suaminya hidup-hidup hingga meninggal dunia.
Terungkap deretan fakta di balik viral kasus seorang Polwan di Mojokerto tega membakar suaminya hidup-hidup hingga meninggal dunia. (kolase Kompas)

Atas motif tersebut, muncul rasa jengkel dalam diri Briptu FN, sehingga tanpa sadar melakukan aksi kekerasan terhadap suaminya Briptu RDW.

 Perasaan jengkel yang dialami oleh Briptu FN didasarkan pada pertimbangan kondisi ketiga anaknya yang berusia di bawah lima tahun (balita), masih membutuhkan banyak biaya hidup.

Namun, menurut Dirmanto, aksi kekerasan yang dilakukan oleh Briptu FN pada siang hari itu, merupakan kejadian pertama kali.

"Ini baru pertama kali. Karena saking jengkelnya. Karena tersangka ini memiliki anak tiga. Anak pertama usia 2 tahun, anak kedua dan ketiga adalah kembar, berusia 4 bulan. Nah ini kan banyak banyaknya membutuhkan biaya," jelasnya.

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved