Pemkot Bogor Optimis Target Tahun 2026 Zero Stunting, Presiden Jokowi Sampai Cek Langsung

Presiden Joko Widodo yang didampingi sang istri Iriana Joko Widodo mengunjungi Posyandu Wijaya Kusuma di Jalan Manunggal jaya RW 008

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Naufal Fauzy
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor semakin bersemangat untuk mewujudkan 0 kasus stunting di Kota Bogor, Selasa (11/6/2024). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAH SAREAL - Presiden Joko Widodo yang didampingi sang istri Iriana Joko Widodo mengunjungi Posyandu Wijaya Kusuma di Jalan Manunggal jaya RW 008, Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Selasa (11/6/2024).

Kunjungan Presiden Joko Widodo ini dalam rangka melihat penguruan intervensi serentak pencegahan stunting di Kota Bogor.

Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari pun mengaku senang atas kunjungan orang nomor satu di Indonesia ini.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pun semakin bersemangat untuk mewujudkan 0 kasus stunting di Kota Bogor.

“Target kita sesuai target dari SKI, 18,7 persen sebenarnya sudah terlewati. Tapi targetnya kita zero stunting, insya Allah dalam dua tahun ini (2026),” kata Hery dijumpai usai mendampingi kunjungan Jokowi.

Hery melanjutkan, kasus stunting di Kota Bogor sendiri kian menurun setiap tahunnya.

Bahkan Kota Bogor menjadi 10 kota di Jawa Barat yang kasus stuntingnya menurun.

“Ada standar kesehatan Indonesia, dari Kemenkes targetnya 18,8 persen. Kita ada di 18,2  persen. Artinya, sudah di mencapai target bahkan di atas target. Itu metodenya survei, artinya nggak semua didata. Kalau pakai di bulan penimbagan bayi/balita, kita angkanya di 2,59 persen. Artinya semua balita yang datang dan sejumlah yang kita data dan ditimbang, 2,59 persen,” jelasnya.

Sejumlah langkah akan dilakukan Pemkot Bogor agar bisa mewujudkan 0 kasus stunting pada tahun 2026 mendatang.

Mulai dari intervensi, sampai inovasi penanganan akan dilakukan Pemkot Bogor.

“Tahun lalu kita turun secara otomatis, karena kuncinya akses kepada gizi dan pangan ditingkatkan melalui  bantuan pangan dari kira. Itu kan gerakan sosial juga saya kira,” tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved