Breaking News

Buron Kasus Vina Cirebon Ditangkap

Hasil Visum dan Otopsi Vina dan Eky Janggal, Psikolog Forensik: Rudiana Kenapa Berani Menyimpulkan?

Meski Polri menyatakan Iptu Rudiana tak menyalahi kode etik dalam kasus tewasnya Vina dan Eky, namun publik masih merasa janggal.

Penulis: yudistirawanne | Editor: Yudistira Wanne
Kolase Facebook/KompasTV
Psikolog Forensik Reza Indragiri sampai membuka data laporan visum Vina dan Eky serta mengundang dokter forensik untuk mencari titik terang soal kasus Vina Cirebon. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Iptu Rudiana, masih menjadi sorotan publik dalam kasus Vina Cirebon 2016 silam.

Meski Polri menyatakan Iptu Rudiana tak menyalahi kode etik dalam kasus tewasnya Vina dan Eky, namun publik masih merasa janggal.

Kejanggalan itu muncul ketika Iptu Rudiana menyimpulkan jika Vina dan Eky tewas di TKP.

Tak hanya itu, kejanggalan lainnya yakni hasil visum dokter umum dan dokter forensik menyatakan temuan tidak adanya trauma tusuk.

"Saya tidak habis pikir, kenapa kok dalam laporan polisi disimpulkan ada luka tusuk dan meninggal di TKP. Karena, keterangan ini bertolak belakang dengan hasil visum dan otopsi," jelas Psikolog Forensik, Reza Indragiri dalam YouTube Dedi Mulyadi dilihat TribunnewsBogor.com, Sabtu (22/6/2024).

Reza Indragiri pun mengaku sudah lama menyampaikan analisisnya setelah mempelajari berkas-berkas putusan hakim, keterangan saksi dan berkas lain dalam kasus kematian Vina dan Eky.

Pertama, benarkah telah terjadi rudapaksa terhadap Vina. Kemudian yang kedua, lebih mendasar, benarkah Vina dan Eky meninggal karena ditusuk?

 "Ini pertanyaan yang sangat mendasar. Saya pelajari, banyak sekali kejanggalan. Justru dimulai di awal penyidikan," tutur Reza Indragiri

Pernyataan ini setelah Reza Indragiri mempelajari berkas pemeriksaan seperti BAP, hasil visum, keterangan saksi, putusan pengadilan dan pengacara terdakwa.

Salah satu kejanggalan penting, Rudiana, ayah dari Eky, belum apa-apa, sudah membuat kesimpulan dan laporan polisi bahwa Eky meninggal karena ditusuk samurai. Lalu melaporkan, Vina dan Eky meninggal di tempat kejadian perkara atau TKP," tutur Reza Indragiri.

Padahal, hasil visum oleh dokter umum di RS Gunung Jati Kota Cirebon, lalu diperkuat hasil autopsi dokter forensik, pada almarhum Eky, tidak ada trauma tajam, namun trauma tumpul. 

Pada Vina, memang ada trauma tajam. Namun itu di punggung telapak tangan dan daerah pipi, bukan karena penusukan. Ini bukti science karena hasil pemeriksaan dokter umum dan dokter forensik.

"Pertanyaan saya, apa yang membuat Rudiana membuat laporan soal penusukan serta kematian kedua korban di TKP," tutur Reza Indragiri.

Reza Indragiri mengaku sempat menghubungi sejumlah pengacara para terpidana kasus kematian Vina dan Eky seperti Jogi Nainggolan, Titin Prialianti, Muchtar Effendy, Otto Hasibuan dan Farhat Abbas. 

"Saya beri tahu analisis saya. Saya kirim ke pengacara terpidana. Sorenya saya dapat kabar Farhat Abbas melaporkan Rudiana dengan dugaan laporan palsu ke Polres Cirebon Kota," tutur Reza Indragiri.

Pernyataan Suroto

Sementara itu, saksi yang melihat Vina dan Eky tergeletak menyampaikan hal lain.

Suroto mengaku sepanjang perjalanan ke rumah sakit, dia mendengar Vina merintih kesakitan sambil minta tolong.

Sebelumnya, saat di TKP pria berusia 50 tahun itu sempat memeriksa tubuh perempuan yang ia sebut dalam kondisi hidup hidup. 

Bahkan Suroto masih mendengar rintihan Vina meminta tolong padanya. 

"Karena dia bilang 'tolong, tolong'. Kata saya. 'Iya, Dik, sabar ya mobilnya (ranger kepolisian) lagi meluncur ke sini, nanti diantar ke rumah sakit'," terang Suroto

Tidak lama kemudian, polisi tiba dan kedua korban segera dievakuasi ke RSD Gunung Jati. 

Suroto mengaku saat itu ia ikut membantu mengangkat tubuh Vina ke mobil bersama polisi. 

Sebelum Vina diangkat ke mobil, Suroto berusaha menutup daerah sensitif Vina dengan jaket karena pakaian bagian bawahnya terbuka.

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved