Kasus Vina Cirebon

Obrolan Dede Saat Disuruh Bohong Soal Kasus Vina, Rudiana Bantah Rancang Skenario : Saya Cuma Iptu

Obrolan Dede Saat Disuruh Bohong Soal Kasus Vina, Rudiana Bandingkan Pangkat : Gak Bisa Cawe-cawe

Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Ardhi Sanjaya
Kolase TribunnewsBogor.com
Obrolan Dede dan Aep saat Disuruh Bohong Soal kasus Vina, 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Iptu Rudiana membandingkan pangkatnya untuk membela diri atas kesaksian Dede Riswato soal kasus Vina.

Rudiana beralasan, pangkatnya tak mungkin memiliki kekuatan untuk membentuk skenario kasus Vina Cirebon.

Alasan itu diucap pengacara Iptu Rudiana, Elza Syarief dalam menanggapi pengakuan Dede Riswanto.

Dede merupakan warga Desa Adidarmi, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Saat Eky dan Vina tewas pada 27 Agustus 2016, Dede masih berusia 22 tahun.

Dia bekerja di tempat cuci motor Jalan Perjuangan, Kota Cirebon, bersama Aep.

Suatu malam sekitar pukul 18.30 WIB, Dede yang sedang berada di rumah mendadak ditelepon Aep.

Aep meminta Dede mengantarnya ke Polres Cirebon, Jawa Barat.

lihat fotoSaksi Dede di kasus Vina Cirebon akhirnya muncul ke publik, beri pengakuan mengejutkan soal kesaksian 2016 silam
Saksi Dede di kasus Vina Cirebon akhirnya muncul ke publik, beri pengakuan mengejutkan soal kesaksian 2016 silam

"'De saya anterin ke polres yuk'. Saya anterin ke dalam, di luar kan ada saya, Aep sama pak Rudiana," kata Dede ke Dedi Mulyadi.

Dalam percakapannya, Dede mempertanyakan maksud tujuan diajak ke kantor polisi.

Tanpa tedeng aling-aling, Aep mengajak Dede menjadi saksi kasus kematian Eky dan Vina di Jemabatan Talun Cirebon, Jawa Barat.

"'Ep kan kita gak tau apa-apa, kenapa jadi saksi'," kata Dede menirukan perbincangannya dengan Aep.

"'Udah nanti ikutin'. Saya diarahin," aku Dede.

Hati Dede mulai tak tenang.

Ia masih menimbang dan mencerna maksud tujuan Aep.

"Saya bingung, 'Ep apa ini gak keberatan ?'. Saya pengen gak mau jadi saksi pengen keluar, cuma saya udah di dalam saya bisa apa. Ada rasa takut, saya kan gak ngerti hukum pak," kata Dede.

Sebelum masuk ke ruangan bertemu penyidik, Aep dan Iptu Rudiana menyamakan pesan dengan Dede agar tampak kompak saat diketik ke dalam Berita Acara Perkara (BAP).

Oleh Iptu Rudiana dan Aep, Dede disuruh bercerita pada Sabtu 27 Agustus 2016 sedang nongkrong di warung lalu melihat segerombol orang mengejar dan melempari Eky dan Vina.

"Sebelum masuk ke ruangan dibilangin dulu, 'kamu bilang aja lagi nongkrong di warung ada segerombol anak-anak melempar batu, bawa bambu terus sama pengejaran'. Udah diomongin dulu. Aep sama Rudiana ngasih tahu ke saya pak," kata Dede Riswanto.

Pengacara Iptu Rudiana, Elza Syarief meragukan kesaksian Dede.

Elza Syarief mengatakan pada 2016 pangkat Rudiana hanya Aiptu.

2016 silam diketahui Rudiana menjabat sebagai Kasat Narkoba Polres Cirebon dengan pangkat Aiptu.

"Pengarahan dari klien saya, lah klien saya cuma Iptu, waktu dulu lebih rendah lagi, ini kan perkara cuma 3 hari di Polres tapi diambil alih Polda Jabar, kepangkatan Dirkrimum itu kan Kombes, mana bisa cawe-cawe ke sana," kata Elza Syarief.

Elza pun mewanti-wanti Dede Riswanto soal konsekuensi dari pengakuannya.

"Konsekuensi Dede mencabut keterangannya yang sudah 8 tahun lalu di bawah sumpah, kok baru sekarang melakukan itu. Keterangan palsu di bawah sumpah," kata Elza Syarief pengacara Iptu Rudiana.

Ikuti saluran Tribunnews Bogor di WhatsApp :

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved