Mengenal Komunitas Oncom Bogor Pecinta Sepeda Ontel, Pernah Gowes Sampai Kalimantan
Tidak hanya menarik, sepeda ontel tetap bisa digunakan dan diperkenalkan ke khalayak ramai terutama anak-anak muda.
Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Damanhuri
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Sepeda ontel yang merupakan sepeda jadul jika diurus ditangan yang tepat bisa menjadi barang yang sangat menarik.
Tidak hanya menarik, sepeda ontel tetap bisa digunakan dan diperkenalkan ke khalayak ramai terutama anak-anak muda.
Hal itulah terus dilakukan oleh ‘Oncom Bogor’, sebuah komunitas pecinta sepeda ontel di Kota Bogor.
Oncom Bogor sendiri merupakan singkatan dari Ontel Community Kota Bogor.
Oncom Bogor ini berdiri sejak tahun 2008 silam.
“Kami Komunitas ontel atau sepeda tua. Dan kami semua pecinta sepeda tua. Kami melestarikan peninggalan sepeda jaman dahulu,” kata Ketua Oncom Bogor Rahman kepada TribunnewsBogor.com di Pusdikzi Sudirman, Minggu (18/8/2024).
Sejak tahun 2008 sampai saat ini, Oncom Bogor memiliki 70 anggota. Mereka merupakan pecinta sejati sepeda ontel.
Untuk usianya pun tidak dipatok. Semua orang bisa bergabung ke komunitas ini.
“Paling tua di kita ada 86 tahun. Dia adalah motivator kami. Karena semangatnya tinggi. Lalu, kita juga sebetulnya tidak mematok usia. Siapapun boleh ikut, asal punya sepeda ontel,” jelasnya.
Selama kegiatannya, Oncom Bogor ini selalu gowes di Kota Bogor.
Untuk perkumpulannya sendiri bisa dijumpai di Taman Peranginan Kota Bogor setiap hari Minggu.
Tidak hanya di Kota Bogor, Oncom Bogor pun gowes sampai ke wilayah Kalimantan.
“Pernah sampai Kalimantan. Tapi, tekniknya tidak gowes dari Bogor. Kita angkut dulu pakai pesawat. Lalu disana (Kalimantan) baru kita gowes,” ucapnya.
Tips Mengurus Sepeda Ontel
Meskipun terbilang tua, mengurus sepeda ontel terbilang mudah.
Kata Rahman, mengurus sepeda ontel ini cukup dengan diberikan minyak kelapa saja terutama dibagian rantainya.
“Kalau yang sudah tahu, ngurusnya gampang. Sama seperti sepeda umum aja gitu,” ucapnya.
Untuk bagian ban, dan sparepart lainnya pun diakui Rahman sudah banyak ditemui.
Walaupun, tidak banyak toko sepeda di Kota Bogor menjual sparepart sepeda ontel ini.
“Karena kita komunitas, tentu pasti sering minta bantuan anggota kita. Kalau butuh barang atau apapun jadi gampang,” ungkapnya.
Untuk bagian lainnya, kata Rahman, menyesuaikan kebutuhan dari pemilik sepedanya.
“Di kita ada sepeda yang bisa pakai mesin juga. Nah, pengurusannya tentu berbeda. Berarti itu harus ngurus mesinnya juga,” ucapnya.
Rahman pun akan tetap melestarikan sepeda ontel lewat gerakan komunitasnya.
Lewat acara-acara Oncom Bogor akan terus memperkenalkan sepeda ontel ke masyarakat.
“Kebetulan kita terdaftar di KORMI. Jadi resmi lah komunitas ini. Kita juga kerap diundang Pemkot dalam beberapa acara. Ya kita hadir sekalian kita kenalkan sepeda ontel ke masyarakat,” ucapnya.
| Baru Akan Beli Handphone, Pengendara Motor Tewas Terlindas di Bogor, Temannya Alami Luka |
|
|---|
| Kronologi Pemotor Tewas Kecelakaan di Cileungsi Bogor, Niatan Korban COD HP Berakhir Pilu |
|
|---|
| Hendak COD HP, Pemotor Tewas Terlindas Truk Box di Cileungsi Bogor dan Penumpangnya Luka-luka |
|
|---|
| 2 Pemotor Tewas di Jalan Raya Kemang Bogor, Polisi Cari Sopir Pick Up dan Brio yang Melarikan Diri |
|
|---|
| Brak! Tertabrak Mobil dari Belakang dan Depan, 2 Pemotor Tewas di Jalan Raya Kemang Bogor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Komunitas-Sepeda-Ontel-Kota-Bogor-yang-terus-melestarikan.jpg)