Travel

Menyusuri Rumah Bek Abot, Tempat Wisata Bersejarah yang Tersembunyi di Bogor

Menyusuri jejak sejarah di Rumah Bek Abot, tempat wisata yang menyimpan cerita perjalanan masyarakat Bogor dan peninggalan masa kolonial Belanda.

Editor: Tsaniyah Faidah
kolase
Penampakan Rumah Bek Abot, tempat wisata bersejarah yang menyimpan cerita perjalanan masyarakat Bogor dan peninggalan masa kolonial Belanda. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIAMPEA -  Bagi pecinta sejarah dan wisatawan yang tertarik dengan cerita masa lalu, ada tempat wisata bersejarah yang tersembunyi di Ciampea Bogor, yakni Rumah Bek Abot.

Bangunan ini bukan hanya sekadar rumah tua biasa, tetapi menyimpan sejarah yang erat kaitannya dengan perjalanan masyarakat Bogor dan peninggalan masa kolonial Belanda.

Rumah Bek Abot didirikan pada tahun 1920-an oleh Lim Kim Hoe, yang kemudian dikenal dengan panggilan Bek Abot. 

Nama “Bek” sendiri merupakan singkatan dari “Wijkmeester”, yang merupakan jabatan administratif di masa kolonial Belanda. 

Bek Abot adalah bek terakhir di Ciampea, dan setelah wafat pada tahun 1960, rumah ini diwariskan kepada keluarganya hingga kini dihuni oleh Om Yusuf, cucu menantu Lim Kim Hoe.

Nilai sejarah

Tidak hanya menjadi tempat tinggal, rumah Bek Abot juga sempat difungsikan sebagai klinik Melania dan gereja Katolik. 

lihat fotoPenampakan Rumah Bek Abot, tempat wisata bersejarah yang menyimpan cerita perjalanan masyarakat Bogor dan peninggalan masa kolonial Belanda.
Penampakan Rumah Bek Abot, tempat wisata bersejarah yang menyimpan cerita perjalanan masyarakat Bogor dan peninggalan masa kolonial Belanda.

Bek Abot sendiri memiliki peran penting sebagai pengelola administrasi komunitas Tionghoa di daerah Ciampea, yang pada masa kolonial dipisahkan dari kelompok masyarakat lainnya oleh pemerintah Belanda.

Keaslian rumah ini masih terjaga dengan sangat baik hingga hari ini. 

Setiap sudut rumah menceritakan kisah-kisah lama, dari mulai fungsinya sebagai klinik hingga tempat peribadatan. 

Menariknya, rumah ini juga menjadi saksi sejarah masuknya Katolik di Ciampea, di mana pada tanggal 20 Desember 1967, 24 orang pertama kali dibaptis di rumah ini.

Bek Cina, atau lebih dikenal sebagai pemimpin komunitas Tionghoa di daerah-daerah tertentu, adalah jabatan penting di masa itu. 

Meski memiliki tingkat yang lebih rendah dibandingkan kapitan atau mayor Cina, peran Bek tetap vital dalam urusan administratif. 

Bagi yang tertarik mempelajari lebih lanjut, kunjungan ke Rumah Bek Abot bisa menjadi jendela menarik untuk memahami struktur masyarakat di bawah kekuasaan kolonial Belanda.

Jadi wisata sejarah

lihat fotoPenampakan Rumah Bek Abot, tempat wisata bersejarah yang menyimpan cerita perjalanan masyarakat Bogor dan peninggalan masa kolonial Belanda.
Penampakan Rumah Bek Abot, tempat wisata bersejarah yang menyimpan cerita perjalanan masyarakat Bogor dan peninggalan masa kolonial Belanda.
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved