Bambu Pagar Laut di Tangerang Dibongkar: Nelayan Bahagia, Bakal Dijadikan Barang Bukti
Pembongkaran bambu pagar laut di pesisir utara Kabupaten Tangerang, Banten membuat para nelayan bahagia.
"Bambu yang terkumpul akan dijadikan barang bukti untuk proses hukum. Sisanya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat nelayan jika diperlukan," ujar Doni.
Pantauan pada Rabu siang hari ini menunjukkan, belum semua bambu terkumpul. Belasan bilah bambu terlihat mengambang di permukaan air usai pencabutan.
Doni memastikan bambu yang tercecer akan segera dikumpulkan. "Akan diambil nanti. Prosesnya belum selesai," katanya.
Untuk hari pertama, pemerintah menargetkan pencabutan pagar sepanjang 7 kilometer.
Namun, Doni menambahkan, cuaca di lokasi yang mendung dan gerimis bisa memengaruhi target tersebut.
Jumlah Personel Gabungan
Kata Doni Ismanto Darwin, total 2.593 personel gabungan dengan 281 armada dikerahkan untuk pembongkaran.
"KKP mengerahkan 11 armada dengan 450 personel. TNI AL menurunkan 33 armada dan 753 personel. Polair menggunakan 6 armada dengan 80 personel," ujar Doni.
Sementara itu, KPLP menyumbang 2 armada dengan 30 personel.
Bakamla mengerahkan 3 armada dan 100 personel. Pemprov Banten mendukung 3 armada dengan 95 personel, serta nelayan mengoperasikan 223 kapal dengan 1.115 orang.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Usai Dicabut, Bambu Pagar Laut Tangerang Bakal Dijadikan Barang Bukti Proses Hukum"
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Nelayan Ungkap Sulitnya Cabut Pagar Laut, Satu Batang Bambu Butuh Waktu 5 Menit"
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bahagianya Nelayan Saat Diperintah Bongkar Pagar Laut di Tangerang: Enggak Dibayar Pun Tak Masalah"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Pagar-laut-di-perairan-Tangerang.jpg)