Tanggapan Taman Safari Bogor soal Video Viral Pengunjung Keluar Mobil di Area Satwa, Ingatkan Bahaya

Menyikapi video yang beredar, pihak Taman Safari Bogor buka suara mengingatkan bahayanya aksi yang dilakukan oknum pengunjung tersebut.

Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Tsaniyah Faidah
Instagram @radendim
AKSI NEKAT PENGUNJUNG TSI - Pengunjung Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor yang nekat turun dari kendaraanya di area terlarang. Pihak TSI Bogor akhirnya buka suara. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Pihak Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor memberi tanggapan soal video viral yang terjadi.

Beredar video pengunjung TSI Bogor turun dari kendaraannya saat melakukan safari journey.

Aksi tak patut dicontoh saat berkunjung ke TSI Bogor itu direkam oleh pengunjung lain dari dalam kendaraannya.

Dalam video yang beredar, memperlihatkan kendaraan roda empat Toyota Inova berpelat nomor dengan kode F berhenti dengan kondisi pintu terbuka.

Kemudian terlihat tiga orang anak kecil dan dua wanita dewasa turun dari kendaraan lalu berjalan kaki tanpa keraguan.

Sementara itu, terdapat papan peringatan berwarna kuning yang bertuliskan larangan bagi pengunjung untuk keluar dari kendaraan yang terpasang didekat kerndaraan tersebut.

Menyikapi kejadian tersebut, destinasi yang berada di kawasan Puncak Bogor tepatnya di wilayah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor itupun buka suara.

Senior VP Marketing TSI, Alexander Zulkarnain mengatakan pihaknya tidak membenarkan aksi yang dilakukan oleh oknum pengunjung tersebut. 

"Kami menegaskan bahwa tindakan tersebut sangat berbahaya dan melanggar peraturan Taman Safari Indonesia," ujarnya melalui keteranganya, Selasa (18/2/2025).

Ia pun menekankan apabila pengunjung yang ingin berinteraksi lebih dekat dengan satwa maka dapat mengunjungi area Baby Zoo.

Di area tersebut, kata dia, pengunjung dapat melakukan interaksi dengan aman di bawah pengawasan tim perawat hewan.

"Keselamatan pengunjung dan kesejahteraan satwa adalah prioritas utama kami," katanya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved