Curhatan Guru di Bogor Terdampak Penundaan Pengangkatan CPNS dan PPPK, 3 Bulan Tak Terima Gaji
Penundaan pengangkatan CPNS dan PPPK 2024 sangat berdampak terhadap para kandidatnya.
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Yudistira Wanne
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Penundaan pengangkatan CPNS dan PPPK 2024 sangat berdampak terhadap para kandidatnya.
Seperti halnya yang dialami oleh Esa Saputra, seorang guru di SDN Cigowong 1 Cigudeg, Kabupaten Bogor.
Setelah bertahun-tahun mengabdi, Esa Saputra diangkat statusnya dari guru honorer menjadi guru PPPK.
Tentu saja hal itu membuatnya sangat senang karena mendapatkan angin segar akan masa depannya.
Namun pada masa transisi ini, ia harus mengalami hal pahit dampak dari kebijakan pemerintah yang menunda pengangkatan.
Alhasil, ia mengaku sangat merasakan kesengsaraan karena tidak mendapatkan gaji sejak awal Januari 2025.
"Kami di sini kalau ingin curhat sakit lah, kami sudah kerja di pemerintah, tapi kami tidak digaji, kalau waktunya di undur lagi, kami mau makan apa dengan anak istri kami," ujarnya kepada wartawan, Senin (17/3/2025).
Esa Saputra pun menuturkan alasannya tidak mendapatkan gaji sejak awal tahun 2025 dampak dari penundaan pengangkatan ini.
Ia mengatakan alasan tersebut dikarenakan guru yang telag memiliki sertifikasi PPG tidak diperbolehkan menerima gaji yang bersumber dari dana bos.
Kendati demikian, terdapat tunjangan yang akan didapatkan dengan besaran mencapai sekitar Rp2 juta perbulan.
Akan tetapi, tunjangan tersebut tidak menutup kebutuhan sehari-hari karena dibayarkan dengan tenggat waktu tiga bulan sekali.
"Bayangkan kita hanya mendapatkan uang hanya Rp2 juta tapi 3 bulan sekali itupun nanti dipotong pajak, jadi kami hanya mengharapkan itu saja kalau ini diundur kembali," ungkapnya.
Atas hal tersebut, Esa Saputra pun bergabung berasama kandidat CPNS dan PPPK lain yang bernasib sama dalam meniti karir untuk mencari keadilan.
Melalui Aliansi CASN 2024, mereka mendorong Pemerintah Kabupaten Bogor untuk segera melakukan pengangkatan.
| Dinding Mushola Polsek Megamendung Bogor Roboh Akibat Cuaca Buruk, Kini Dilakukan Perbaikan |
|
|---|
| Takut Sepi Pembeli PKL Ogah Pindah ke Pasar Sukasari, Kini Ngotot Jualan di Jalan Pedati Kota Bogor |
|
|---|
| PLN EPI Angkut 670 Kg Sampah di Sungai Ciliwung Bogor, Peserta Sedih: Banyak Sampah Bekas Paket |
|
|---|
| Ribuan Calon Jemaah Haji di Kabupaten Bogor Mulai Diberangkatkan, Termuda 17 Tahun Tertua 88 Tahun |
|
|---|
| Pohon Tumbang Tutup Aliran Kali, Banjir Melanda Jonggol Bogor, Sebuah Ponpes Terdampak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Esa-Saputra-guru-SDN-Cigowong-1-Cigudeg-Kabupaten-Bogor-yang-terdampak.jpg)