Info Tekno

Daftar Situs Konverter mp3 dan pdf Penipu, Diam-diam Tanam File Bahaya, Bikin Akun di HP Dihack

Situs konverter yang cukup banyak di internet rupanya beberapa dari mereka ada yang menyembunyikan niat jahat.

|
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Naufal Fauzy
spyic
AWAS PENIPUAN SITUS KONVERTER - Situs konverter yang cukup banyak di internet rupanya beberapa dari mereka ada yang menyembunyikan niat jahat. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Situs konverter yang cukup banyak di internet rupanya beberapa dari mereka ada yang menyembunyikan niat jahat.

Karena ada beberapa situs layanan konverter file seperti mp3, pdf dan yang lainnya yang ternyata dibuat oleh Hacker.

Laman Forbes menyebut bahwa temuan ini merupakan bagian dari lanskap ancaman Hacker yang memburuk dengan cepat akhir-akhir ini.

Setelah Hacker dari Tiongkok yang mampu menembus jaringan tol Amerika hingga keterlibatan AI bagi para Hacker sekarang.

Kemudian yang terbaru adalah temuan situs konverter file yang ternyata penipuan.

Situs ini digunakan Hacker untuk menanamkan file berbahaya ke perangkat komputer dan HP para korbannya.

Si peretas menjadikan situs konversi ini sebagai alat untuk menyisipkan malware dan menyerang perangkat untuk mencuri data hingga akun-akun korbannya.

FBI pun telah memberikan peringatan terkait temuan penipuan ini.

Serangan Hacker via situs konverter ini pun disebutkan masih ada dan beredar sampai Maret 2025 ini.

"Pengubah file palsu memang menyebarkan malware," kata juru bicara FBI dilansir dari Forbes.com, Rabu (26/3/2025).

Mereka mengatakan bahwa para Hacker penipu ini mencoba meniru URL yang resmi, dengan sedikit mengganti salah satu huruf dari nama situs yang ditiru.

Pengguna yang mengetik 'konverter file gratis' di mesin pencari akan sangat rentan menjadi korban.

Karena algoritma yang digunakan untuk hasil pencarian kini sering kali menyertakan hasil pencarian yang berbayar, yang mungkin merupakan penipuan.

Cara terbaik untuk menggagalkan para penipu ini, kata FBI, adalah mendidik masyarakat agar mereka tidak menjadi korban.

Saat menggunakan mesin pencari, pengguna harus memeriksa URL dan menghindari iklan gratis yang mendominasi di pencarian. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved