Info Kesehatan

Pahami Bahaya Microsleep Saat Perjalanan Arus Balik, Simak Juga Cara Menghindarinya

Salah satu ancaman terbesar saat arus balik adalah microsleep, kondisi di mana seseorang tertidur sejenak, biasanya hanya berlangsung beberapa detik.

Tayang:
Editor: Tsaniyah Faidah
Freepik
BAHAYA MICROSLEEP - Seorang pengemudi tampak kelelahan dan berisiko mengalami microsleep saat berkendara. Kenali microsleep dan bagaimana cara menghindarinya dengan beberapa tips berikut! 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Perjalanan arus balik lebaran tidak selalu mudah, kelelahan setelah hari-hari sibuk di kampung dan kemacetan panjang bisa membuat tubuh lebih cepat lelah.

Salah satu ancaman terbesar saat arus balik adalah microsleep, kondisi di mana seseorang tertidur sejenak, biasanya hanya berlangsung beberapa detik, tanpa disadari.

Masalahnya, jika ini terjadi saat mengemudi di jalan tol atau jalur mudik lainnya, risikonya bisa sangat besar.

Lalu, bagaimana cara mengenali tanda-tanda microsleep dan mencegahnya agar perjalanan tetap aman? Yuk, simak lebih lanjut!

Kenali Tanda-Tanda Microsleep Sebelum Terlambat

Microsleep tidak datang tiba-tiba. Biasanya, tubuh memberikan beberapa sinyal sebelum akhirnya terjadi microsleep.

Jika kamu merasakan hal-hal berikut, segera ambil tindakan:

- Kelopak mata terasa berat dan sering berkedip lambat
- Tiba-tiba lupa perjalanan beberapa detik terakhir (misalnya, tidak ingat melewati rambu tertentu)
- Kepala sering terangguk tanpa sadar
- Sulit mempertahankan posisi kendaraan di jalur
- Mulai merasa gelisah, sulit fokus, atau sering menguap

Jika salah satu tanda ini muncul, artinya tubuh sudah kelelahan dan butuh istirahat segera. Jangan menunda-nunda, karena akibatnya bisa berbahaya.

Cara Menghindari Microsleep Saat Mudik

Agar perjalanan tetap aman dan nyaman, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah microsleep:

1. Jangan Paksakan Diri, Istirahatlah di Rest Area

Banyak pemudik ingin cepat sampai tujuan, tetapi memaksakan diri menyetir tanpa istirahat justru bisa berbahaya.

Gunakan rest area setiap 2-3 jam sekali untuk sekadar meregangkan tubuh atau tidur sebentar.

Tidur 15-20 menit saja bisa sangat membantu mengembalikan fokus.

2. Minum Air yang Cukup dan Konsumsi Makanan Ringan

Dehidrasi dan perut kosong bisa membuat tubuh lebih cepat lelah.

Selalu sediakan air minum dan camilan sehat seperti kacang-kacangan atau buah untuk menjaga energi tetap stabil.

Hindari makanan berat yang bisa membuat mengantuk, seperti nasi dalam porsi besar.

3. Ajak Teman atau Keluarga untuk Bergantian Mengemudi

Jika memungkinkan, bergantian menyetir dengan orang lain bisa sangat membantu mengurangi risiko kelelahan.

Dengan begitu, kamu bisa beristirahat sejenak sebelum kembali mengemudi.

4. Dengarkan Musik atau Podcast yang Menjaga Konsentrasi

Musik dengan tempo cepat atau podcast yang menarik bisa membantu menjaga otak tetap aktif.

Tapi, hindari suara yang terlalu monoton atau terlalu lembut, karena justru bisa membuat semakin mengantuk.

5. Hindari Mengemudi di Jam-Jam Rawan Ngantuk

Tubuh manusia memiliki ritme alami yang membuatnya cenderung mengantuk pada dini hari (sekitar pukul 02.00-05.00) dan sore hari (sekitar pukul 13.00-15.00).

Jika memungkinkan, hindari berkendara di jam-jam ini atau pastikan sudah cukup istirahat sebelumnya.

6. Manfaatkan Kafein, Tapi Jangan Berlebihan

Kopi atau teh bisa menjadi penyelamat di saat kantuk mulai datang.

Namun, jangan terlalu mengandalkan kafein, karena efeknya hanya sementara. Jika tubuh sudah terlalu lelah, kafein tidak akan banyak membantu.

Keselamatan Lebih Penting daripada Cepat Sampai

Arus balik bukan sekadar soal seberapa cepat sampai di kota, tetapi bagaimana memastikan perjalanan tetap aman dan nyaman. Jangan ragu untuk berhenti dan beristirahat jika tubuh sudah mulai lelah.

Ingat, keselamatan jauh lebih berharga daripada terburu-buru tiba di tujuan.

(Faradita Putri/Sekolah Vokasi IPB)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved