Info Kesehatan

Waspada Hantavirus: Gejala Awal Mirip Flu Biasa, Bisa Sebabkan Gagal Napas hingga Kematian

Infeksi Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan pengerat seperti tikus ke manusia. 

Tayang:
Editor: khairunnisa
Syaibatul Hamdi/Pixabay
TENTANG PENYAKIT HANTAVIRUS: Ilustrasi virus. Infeksi Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan pengerat seperti tikus ke manusia.  

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Simak sederet penjelasan terkait Hantavirus mulai dari gejala hingga penyebarannya.

Untuk diketahui, Infeksi Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan pengerat seperti tikus ke manusia. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, infeksi ini dapat menyebabkan penyakit berat hingga kematian, meski kasusnya relatif jarang secara global. 

Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dr. Dicky Budiman, PhD, menjelaskan bahwa hantavirus sering kali sulit dikenali pada tahap awal karena gejalanya menyerupai infeksi virus umum seperti flu. 

"Jadi pasien umumnya, awalnya-awal mengalami demam, ada otot, lemas, mual, tapi dalam beberapa hari bisa berkembang cepat jadi sesak napas berat, paru-paru terisi cairan, hingga penurunan secara oksigen drastis," ungkannya saat dihubungi Kompas.com, baru-baru ini. 

Gejala awal mirip flu 

Menurut WHO dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, gejala awal hantavirus biasanya muncul 1–8 minggu setelah paparan. 

Kondisi ini dapat dimulai dengan: 

  • Demam 
  • Nyeri otot, terutama di area punggung, paha, dan pinggul 
  • Lemas dan menggigil 
  • Sakit kepala 
  • Mual, muntah, atau gangguan pencernaan ringan 

Karena gejalanya tidak spesifik, infeksi sering tidak langsung terdeteksi pada fase awal. 

Baca juga: Kemenkes Beberkan Fakta Hantavirus di Indonesia, Ternyata 23 Kasus Terdeteksi Sejak Tahun 2024

Bisa berkembang cepat ke gangguan paru 

Dalam beberapa hari setelah fase awal, kondisi dapat memburuk dengan cepat. 

WHO menjelaskan bahwa pada kasus berat, hantavirus dapat menyerang sistem pernapasan dan menyebabkan kebocoran pembuluh darah di paru-paru. 

Gejala lanjut yang perlu diwaspadai meliputi: 

  • Batuk 
  • Sesak napas 
  • Penurunan oksigen secara drastis 
  • Penumpukan cairan di paru-paru 
  • Tekanan darah menurun 

Kondisi ini dapat berkembang menjadi gagal napas akut atau acute respiratory distress syndrome (ARDS). 

CDC mencatat, pada bentuk berat hantavirus di Amerika (HPS), tingkat kematian dapat mencapai sekitar 30–50 persen, terutama bila penanganan terlambat atau fasilitas medis terbatas. 

Meski demikian, tidak semua kasus berkembang menjadi berat, dan sebagian pasien dapat pulih dengan perawatan intensif. 

Penularan umumnya dari tikus, bukan antar manusia 

WHO menegaskan bahwa hantavirus umumnya tidak menular dari manusia ke manusia. 

Penularan paling sering terjadi melalui: 

  1. Menghirup partikel dari urine, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi 
  2. Kontak dengan permukaan yang terkontaminasi 
  3. Gigitan tikus (lebih jarang) 

Namun, strain tertentu seperti Andes virus di Amerika Selatan dilaporkan memiliki potensi penularan terbatas antar manusia dalam kontak sangat dekat.

Sumber: Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved