Ikuti Saran Badan Geologi, Penutupan Gunung Gede Pangrango Diperpanjang, Pendaki Diminta Ubah Jadwal
Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) memperpanjang penutupan jalur pendakian ke Gunung Gede dan Pangrango.
Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Naufal Fauzy
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) memperpanjang penutupan jalur pendakian ke Gunung Gede dan Gunung Pangrango.
Penutupan sendiri mulai dilakukan sampai Minggu (13/4/2025).
Sebelumnya, TNGGP juga melakukan penutupan sampai tanggal 31 Maret 2025 lalu.
Kepala Balai Besar TNGGP Adhi Nurul Hadi mengatakan, perpanjangan penutupan jalur pendakian ini lantaran adanya peningkatan aktivitas kegempaan Gunung Gede Pangrango.
Penutupan ini juga sudah sesuai rekomendasi dari Badan Geologi dan arahan Menteri Kehutanan.
“Kami Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango melalui surat edaran nomor 19 tahun 2025, tanggal 7 April 2025 telah menyampaikan pengumuman bahwa dilakukan perpanjangan penutupan kegiatan pendakian di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango,” kata Adhi dalam keterangannya.
Badan Geologi sendiri sudah menyatakan bahwa aktivitas kawah Gunung Gede saat ini dalam keadaan normal.
Namun, Badan Geologi juga menyarankan agar masyarakat dan calon pendaki tidak mendekati dan bermalam disekitar kawah Wadon dalam radius 600 meter.
TNGGP akhirnya memperpanjang penutupan jalur pendakian.
“Keamanan pengunjung adalah hal yang utama harus diperhatikan dan tidak bisa dikompromikan,” ujarnya.
TNGGP mempersilakan kepada calon pendaki yang sudah mendaftar online di periode 8-13 April untuk mengganti jadwal.
TNGPP juga bersedia akan mengembalikan biaya pendaftaran bagi calon pendaki yang tidak bisa mengganti jadwal pendakiannya.
“Kami akan tetap mengupayakan pengembalian pendaftaran untuk calon-calon pendaki yang akan melakukan pendakian untuk periode tanggal 3 sampai dengan 13 April 2025,” ujarnya.
Selama penutupan, TNGGP akan mengajak pos pengamatan gunung api untuk memantau aktifitas vulkanis Gunung Gede.
Ia juga meminta masyarakat membantu untuk memantau aktifitas Gunung Gede melalui kanal-kanal resmi.
“Untuk itu sekali lagi kami mohon dukungan dan kerjasama semua pihak untuk tetap menjaga ketertiban kegiatan-kegiatan pendakian di Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango,” tandasnya.
| Perjuangan Ibu Terjang Medan Berat Gunung Dempo, Ingin Lihat Makam Anak yang Meninggal Waktu Mendaki |
|
|---|
| Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutuo H+1 Idul Adha 2026 |
|
|---|
| Kolaborasi dengan Pemerintah, EIGER Adventure Land Angkut 6 Ton Sampah di Kawasan Puncak Bogor |
|
|---|
| Kondisi Macan Tutul yang Muncul di Kawasan Puncak Bogor, Diduga Berasal dari Gunung Gede Pangrango |
|
|---|
| Macan Tutul di Puncak Bogor Diduga Berasal dari TNGGP, Ini Penyebab Kemunculannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Penampakan-Gunung-Gede-Pangrango-terpantau-dari-Jalan-Raya-Puncak.jpg)