Jangan Panik! Ini 7 Tips Agar Mobil Tak Mogok Saat Melintas Menyebrang Rel Kereta Api

Mobil Nissan Livina bernomor polisi B 8178 PB tertabrak kereta commuter line (KRL) jurusan Jakarta-Bogor di rel Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal,

Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
KERETA ANJLOK DI KEBON PEDES BOGOR - Kereta Commuter Line (KRL) jurusan Jakarta-Bogor langsung anjlok pasca menabrak Mobil Nissan Livina bernomor polisi B 8178 PB pada Sabtu (19/4/2025) di rel Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Mobil Nissan Livina bernomor polisi B 8178 PB tertabrak kereta commuter line (KRL) jurusan Jakarta-Bogor di rel Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Sabtu (19/4/2025).

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini namun sopir mobil dikabarkan menghilang.

Warga sekitar, Purnomo (53) mengatakan, kejadian ini terjadi sekitar pukul 18.00 WIB.

Saat itu, mobil Nissan ini tersangkut di tengah-tengah rel sebelum adanya kereta.

“Mobilnya dari arah Kebon Pedes mau ke arah Teplan. Tapi, pas mau jalan, dia nyangkut di tengah-tengah rel kereta,” kata Purnomo kepada TribunnewsBogor.com.

Terlepas dari itu, rupanya mesin mobil mati di rel kereta api rupanya dikaitkan karena adanya medan magnet.

Menurut Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian LIPI, rel kereta memiliki emisi elektromagnetik karena adanya kabel penghantar arus listrik yang terpasang di dalamnya. 

Sayangnya, kabel tersebut sering tidak kompatibel dengan sistem elektronik mesin mobil. Terutama ketika kereta api mendekati dalam radius sekitar 600 meter.

Di sisi lain, KAI (Kereta Api Indonesia) berpendapat bahwa mobil sering terjebak di atas rel kereta api karena medan magnet yang dihasilkan oleh dinamo lokomotif mencapai radius satu kilometer. 

Ini sebabnya petugas kereta api menutup palang pintu sebelum kereta benar-benar terlihat. 

Jika pengendara tidak memindahkan gigi mesin ke putaran yang lebih rendah, mesin dinamo dan koil dapat mati akibat medan magnet dari lokomotif. 

Tips Melewati Rel Kereta Api dengan Aman

Melihat tingginya angka kecelakaan di rel kereta api, oleh karena itu, penting sekali untuk Sahabat Daihatsu mengetahui tips melewati rel kereta api dengan aman tanpa terburu-buru. Berikut adalah tips nya:

Mengurangi Kecepatan

Tidak perlu terburu-buru saat akan melewati perlintasan kereta, dan segera mengurangi kecepatan untuk meningkatkan kewaspadaan. 

 Pastikan untuk melihat ke arah kanan dan kiri terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada kereta yang akan melintas.

Terlepas dari alasan apapun, penting bagi kita untuk memberi prioritas kepada kereta api saat sinyal telah berbunyi dan palang pintu kereta api mulai ditutup. 

 Pengendara harus berhenti di belakang palang pintu kereta pada saat tersebut.

Hal ini sesuai dengan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 114, yang menyatakan "Pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi dan palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan harus memberikan prioritas kepada kereta api."

Menjaga Jarak Aman

Menjaga jarak aman di rel kereta api adalah prinsip penting dalam menjaga keselamatan pengguna jalan dan mencegah kecelakaan serius.

 Di perlintasan kereta api, selalu ikuti tanda-tanda dan sinyal yang ada. Berhenti di belakang garis perlintasan saat lampu merah berkedip atau palang pintu mulai menutup. Ini adalah jarak yang aman yang ditetapkan oleh aturan lalu lintas.

Turunkan Posisi Gigi untuk Mobil Manual

Bagi pengemudi mobil manual, disarankan untuk menggeser transmisi ke posisi gigi pertama saat melewati jalur kereta api. 

 Hal ini bertujuan untuk menghindari matinya mesin mobil ketika berada di atas rel kereta, karena mesin akan berputar dengan lebih stabil dalam posisi gigi pertama.

 Sedangkan untuk mobil otomatis, Anda hanya perlu melepaskan pedal gas dan membiarkan mobil bergerak perlahan. Kecepatan mobil dapat dijaga dengan menginjak pedal rem jika diperlukan.

Kecilkan Volume Musik

Diperlukan kewaspadaan ekstra saat melewati perlintasan kereta api karena karakteristik jalannya berbeda dari jalan biasa. 

 Jalur perlintasan kereta ini sering kali memiliki kemiringan dan licin saat mendekati rel kereta, yang disebabkan oleh perbedaan ketinggian.

 Selain itu, seringkali terdapat kerikil yang terlepas di permukaan jalan, yang dapat meningkatkan tingkat ketidakamanan dan ketidakstabilan. 

Waspada Kereta Api yang Tidak Sejajar

Saat melintasi rel kereta api yang tidak sejajar dengan jalanan, penting untuk menjaga roda kendaraan agar sejajar dengan rel tersebut. 

Pastikan untuk menjaga kecepatan kendaraan dalam batas rendah sehingga kendali tetap terjaga. Jika Anda merasa kesulitan atau tidak yakin untuk melewatinya, sebaiknya tidak memaksakan diri.

 Hindari Panik

Jika kendaraan mengalami kerusakan di tengah perlintasan kereta api, tetaplah tenang. 

Periksa asal-usul masalahnya, dan kemudian minta bantuan dari petugas penjaga perlintasan kereta api untuk membantu mendorong kendaraan keluar dari rel tersebut.

Perhatikan Rel Kereta Api Ganda

Anda perlu memerhatikan apakah perlintasan tersebut memiliki dua jalur rel kereta atau lebih. 

Bahkan di kota besar seperti Jakarta, sudah ada perlintasan kereta ganda yang berarti ada empat jalur rel kereta dalam satu perlintasan yang akan Anda lewati.

Dengan adanya jarak yang cukup besar antara rel kereta, penting untuk tetap waspada saat melewatinya. 

 Hindari terburu-buru untuk maju karena Anda harus melewati dua jalur rel. Selain itu, biasanya frekuensi kereta yang melintas di jalur seperti ini lebih tinggi, sehingga perhatian ekstra sangat diperlukan.

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved