Kuliner Bogor

Laris hingga 300 Porsi per Hari, Kuliner Soto Mie Bogor Mancur Jadi Incaran Sarapan Pagi

Soto Mie Bogor Mancur Bogor memiliki rasa kuah gurih dan segar yang konsisten selama puluhan tahun sejak 1996.

Editor: Tsaniyah Faidah
Faradita Putri/Sekolah Vokasi IPB
KULINER BOGOR - Semangkuk Soto Mie Bogor yang berada di kawasan Air Mancur, Bogor. Hidangan ini menjadi incaran pelanggan karena kuah kaldunya yang gurih dan segar, lengkap dengan topping daging, risol, dan sayuran segar. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Setiap pagi di kawasan Air Mancur, Bogor, deretan bangku plastik tampak dipadati pembeli.

Di pinggir jalan yang tak seberapa luas itu, Yani dengan cekatan melayani satu per satu pelanggan yang datang untuk menikmati semangkuk soto mie hangat, kuliner legendaris yang telah dikenal sejak puluhan tahun lalu.

Soto Mie Bogor Mancur memiliki sejarah panjang. Usaha ini pertama kali dirintis oleh ayah Yani pada tahun 1996.

Saat itu, soto mie dijajakan secara keliling menggunakan gerobak.

Barulah pada tahun 2020, saat pandemi melanda, Yani memutuskan untuk menetap di satu lokasi, yaitu di tepi jalan kawasan Air Mancur.

Keputusan itu terbukti tepat, karena sejak saat itu, lapaknya tak pernah sepi pengunjung.

KULINER BOGOR - Pelanggan menikmati seporsi Soto Mie Bogor pada pagi hari di kawasan Air Mancur, Bogor. Lapak sederhana di pinggir jalan ini selalu dipadati pembeli, terutama karena cita rasanya yang khas dan harga yang terjangkau.
KULINER BOGOR - Pelanggan menikmati seporsi Soto Mie Bogor pada pagi hari di kawasan Air Mancur, Bogor. Lapak sederhana di pinggir jalan ini selalu dipadati pembeli, terutama karena cita rasanya yang khas dan harga yang terjangkau. (Faradita Putri/Sekolah Vokasi IPB)

Yang membuat soto mie ini berbeda adalah rasa kuahnya yang gurih dan segar.

Kaldu sapi yang digunakan terasa kuat namun tidak berlebihan, dengan perpaduan rempah yang seimbang.

Rasanya hangat, ringan, dan sangat cocok dinikmati di pagi hari sebagai menu sarapan.

Dalam satu porsi, tersedia potongan daging sapi yang empuk, dan pembeli bisa menambahkan topping seperti babat, ati, atau risol sesuai selera.

“Dari dulu sampai sekarang, resepnya nggak pernah saya ubah. Kalau rasa sudah cocok, tinggal dijaga saja,” ujar Yani.

Dalam sehari, Yani bisa menghabiskan hingga 300 porsi.

Ia mulai berjualan sejak pagi hari, dan tak jarang seluruh soto mie telah habis sebelum tengah hari, terutama pada akhir pekan atau saat libur panjang.

Pembelinya datang dari berbagai kalangan, mulai dari warga sekitar hingga pengunjung dari luar kota yang mendengar cerita tentang kelezatan soto mie ini.

Dengan harga yang sangat terjangkau yaitu, Rp10.000 untuk soto mie dan Rp15.000 jika ditambah nasi, kuliner ini menawarkan rasa yang jauh melampaui ekspektasi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved