Dunia Lagi Tak Baik-Baik Saja, Tokoh dan Ormas Agama Diminta Waspada Penumpang Gelap Pemecah Bangsa

Ketua Umum Lembaga Persahatan Ormas Islam (LPOI) dan Lembaga Persahatan Ormas Keagamaan (LPOK) Prof Dr KH Said Aqil Siradj sebut Indonesia bisa menjad

Editor: Yudistira Wanne
Rina Ayu
KETUA LPOI - Ormas islam diharapkan mampu mencegah doktrin radikalisme. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Ketua Umum Lembaga Persahatan Ormas Islam (LPOI) dan Lembaga Persahatan Ormas Keagamaan (LPOK) Prof Dr KH Said Aqil Siradj sebut Indonesia bisa menjadi alternatif pintu gerbang utama bagi jalan damai dari berbagai konflik di muka bumi. 

Hal itu dia sampaikan saat menjadi pembicara dalam “Konsolidasi Bersama Tokoh Agama dan Ormas Keagamaan “dalam menjawab tantangan pasca transformasi ekonomi politik di Indonesia.

Kegiatan dihadiri oleh kurang lebih 100 peserta yang terdiri dari pengurus ormas yang tergabung di LPOI/LPOK antara lain, NU, Muhammadiyah, Al Washliyah, Persis, Al Irsyad, DDI, Perti, PITI, Syarikat Islam, Ikadi, Al Ittihadiyah, Muslimat NU, Aisyiyah, Mathla’ul Anwar.

“Peran ini harus diambil dan dimainkan agar dapat melakukan islah bainal mutakhosimain. Dalam hal ini, Ormas-ormas Islam dan Ormas keagamaan serta para pemimpin agama tidak boleh hanya jadi penonton dan tidak boleh terbawa ke dalam arus pertarugan yang tidak bersudut antar kepentingan,” ujarnya Kamis (1/5/2025).

“Tetapi harus bisa berdiri menjadi penyelesai persoalan dan pendamai perselisihan dan harus tegas lurus mengedepankan kepentingan kedaulatan NKRI yang aman, damai, dan sentosa,” sambung Sai

Lebih lanjut Kiai Said mengungkapkan bahwa dunia tengah berada dalam situasi yang tidak baik-baik saja. 

Eskalasi konflik dan peperangan terus bergejolak, turbulensi ekonomi terus terjadi, dan ancaman bencana ekologi yang serius terus melanda dimana-mana.

Kiai Said menilai saat ini era transisi sedang berjalan dan telah terjadi banyak penyelarasan serta konsolidasi kebangsaan sedang dilakukan. 

Karena itu seharusnya ormas dan tokoh agama bersama pemerintah terus memeprkuat sistem deteksi dini dan membangun kesiapsiagaan nasional serta sedikitpun tidak boleh acuh tak acuh agar momentum ini tidak mudah direbut dan tidak dimanfaatkan oleh sel-sel radikalisme ekstremisme terorisme.

“Ormas-ormas Islam dan Ormas keagamaan serta para pemimpin agama tidak boleh hanya jadi penonton dan tidak boleh terbawa ke dalam arus pertarugan yang tidak bersudut antar kepentingan. Tetapi harus bisa berdiri menjadi penyelesai persoalan dan pendamai perselisihan dan harus tegas lurus mengedepankan kepentingan kedaulatan NKRI yang aman, damai, dan sentosa,” paparnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved