Benarkah Data Kita Bisa Bocor Jika Retina Mata Discan? Ini Kata Ahli IT, Warga Ungkap Kejanggalan
Pakar keamanan siber mengurai fakta soal bahaya atau tidak aksi aplikasi WorldID merekam data retina mata. Warga Bekasi mengurai kesaksiannya.
Penulis: khairunnisa | Editor: khairunnisa
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Geger aksi sebuah perusahaan aplikasi bernama Worldcoin dan WorldID membayar warga Bekasi untuk melakukan scan retina mata atau perekaman.
Tiap warga yang bersedia retina matanya direkam, maka akan diberikan uang senilai ratusan ribu oleh aplikasi tersebut.
Setelah hal tersebut berjalan selama kurang lebih satu bulan, pemerintah akhirnya bertindak.
Melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), pemerintah membekukan Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik miliki WorldCoin dan WorldID.
Hal itu dilakukan karena adanya laporan dari masyarakat terkait aktivitas mencurigakan perihal aplikasi tersebut yakni merekam data retina mata warga Indonesia.
Publik pun cemas bagaimana jika gara-gara perekaman retina mata tersebut, data pribadi mereka akan bocor.
Menjawab kegelisahan masyarakat tersebut, Pakar Keamanan Siber Alfons Tanujaya mengurai fakta menarik.
Dalam tayangan di kanal Youtube Metro tv news, Alfons Tanujaya mengurai mekanisme perekaman retina mata yang dilakukan aplikasi WorldID.
Diungkap Alfons, sebenarnya perekaman retina mata tersebut tidak berbahaya.
Sebab selama ini pun masyarakat Indonesia sudah familiar dengan aplikasi pemerintah yang menggunakan kunci menggunakan wajah untuk membuka aplikasinya.
"Kita perlu melihat kilas balik secara umum, scara netral. Yang discan itu retina, iris, sidik retina. Kalau dipegang oleh pihak yang tidak mengerti bagaimana cara mengamankannya. Di Indonesia udah banyak yang pakai face recognation, lalu ada beberapa instansi pemerintah, kita bisa pakai, lalu itu bocor. Tapi kalau pengelola worldid bisa membuktikanmereka mengelola dengan baik, tidak menyimpannya bahkan itu disimpan perangkat pengguna world id, saya tidak melihat ada bahayanya," ungkap Alfons Tanujaya, dilansir pada Senin (5/5/2025).
Bahkan menurut Alfons, ada aplikasi yang lebih berbahaya dari WorldID namun penggunaannya tidak disadari khalayak ramai.
Aplikasi tersebut adalah yang setiap hari merekam pergerakan kita lewat ponsel.
"Kita sekarang pakai google maps, apakah data google maps itu tidak berbahaya? itu dipegang perusahaan luar loh. Bagaimana kalau data itu bocor ? data anda ke mana aja setiap hari. Selain itu data yang dipegang oleh META, Facebook, Instagram, WhatsApp, apakah itu tidak bahaya? kita harus sangat khawatir," kata Alfons.
Lebih lanjut, Alfons mengurai apakah aplikasi WorldID bahaya atau tidak.
| Ternyata Tak Sama! Ini Perbedaan WhatsApp Berbayar dan WhatsApp Gratis |
|
|---|
| Tutorial Selamatkan Akun WhatsApp yang Disadap Hacker, Kenali Tanda-Tanda Peretasan Sejak Awal |
|
|---|
| Awas, Pembajak WhatsApp Ini Terbongkar Beroperasi di 20 Lebih Negara, Tanda Awalnya Gangguan Sinyal |
|
|---|
| Diterpa Angin Kencang Sampai 2 Kali, Rumah Warga di Leuwiliang Bogor Hancur |
|
|---|
| Waspada WhatsApp Bisa Disadap Diam-diam, Begini Cara Mengetahuinya Lewat Linked Device |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/retina-mata-direkam-viral.jpg)