TPAS Galuga Bogor Bakal Diubah jadi Terpadu, Dedie Rachim Singgung Lulut Nambo
Pemerintah Kota (Pemkot) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sepakat untuk mengelola sampah bersama.
Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Vivi Febrianti
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pemerintah Kota (Pemkot) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sepakat untuk mengelola sampah bersama.
Tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) Galuga bakal menjadi TPAS Terpadu.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan, di TPAS Terpadu nantinya akan ada pengelolaan sampah yang bisa menghasilkan listrik sampai pupuk.
“Itu bagian upaya kita mengurangi sampah dengan cara memanfaatkan,” kata Wali Kota Bogor Dedie Rachim kepada TribunnewsBogor.com, belum lama ini.
Dedie Rachim melanjutkan, sampah di Kota dan Kabupaten Bogor seharinya bisa mencapai 1.200 ton.
Kota dan Kabupaten Bogor harus menyiapkan lokasi untuk mengelola sampah ini agar bisa bermanfaat.
“Oleh karena itu kita juga mencoba memanfaatkan sampah,” ujarnya.
Dedie Rachim pun meyakini, jika TPAS Galuga menjadi terpadu, kedua Pemda ini tidak bergantung kepada TPAS Lulut Nambo.
“Tidak mungkin semuanya dikirim ke nambo. Jadi, secara mandiri kota dan kabupaten bogor harus mempersiapkannya. Kalau dikirim semua ke Lulut Nambo itu kan yang memanfaatkan pihak provinsi atau pengelola Lulut Nambo,” ucapnya.
Dedie Rachim memastikan, akan terus membahas TPAS Galuga bersama Pemkab Bogor.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bertemu di Balai Kota Bogor.
Keduanya sepakat untuk menyatukan lahan pembuangan sampah di tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) Galuga.
Selain itu, nantinya akan ada pengelolaan sampah yang bisa menghasilkan listrik hingga produk unggulan yang bernilai ekonomi.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan, akan segera membahas kajian teknis terkait hal tersebut.
“Jadi pembahasan ini dimulai dari pengelolaan permasalahan sampah. Dan insyaalah waktu kedepan akan kita isi dengan koordinasi. Kemudian juga kita akan mengambil langkah-langkah teknis,” kata Dedie Rachim kepada wartawan usai pertemuan, Senin (19/5/2025) malam.
| Potret Warga Ciseeng Bogor, Tetap Aktivitas Normal Huni Rumah Jebol Imbas Cuaca Buruk |
|
|---|
| Pasokan Gas LPG 3 Kg Mulai Dirasa Berkurang, Warga Kota Bogor Khawatir Jadi Barang Langka |
|
|---|
| Masih Jalani Perawatan di RS, Begini Kronologi 2 Pelajar Disiram Air Keras di Parungpanjang Bogor |
|
|---|
| Cuaca Kabupaten Bogor Besok Kamis 23 April 2026, Ini Daftar Wilayah yang Bakal Diguyur Hujan |
|
|---|
| Hujan Deras Disertai Petir Guyur Kota Bogor, Waspada Potensi Hujan Sampai Malam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Pemkot-dan-Pemkab-Bogor-saat-bertemu-di-Balai-Kota-Bogor.jpg)