Cerita Agam dan Tim SAR Bertaruh Nyawa Demi Jasad Juliana Marins, Kalau Hujan Semua Rescuer Tewas

Agam Rinjani menceritakan perjuangan para rescuer bertaruh nyawa demi menyelamatkan jasad Juliana Marins.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Vivi Febrianti
Kolase Instagram @tyo_survival
PENDAKI TEWAS DI RINJANI - Cerita Agam dan Tim SAR Bertaruh Nyawa Dekat Jasad Juliana Marins, Kalau Hujan Semua Rescuer Tewas 

Saat itu yang pertama kali menemukan jasad Juliana Marins adalah anggota dari Basarnas, yakni Khafid.

"Turun pertama waktu itu teman-teman Basarnas. Dia masuk di HT sudah sampai di bawah, gimana kondisinya, sudah MD katanya," tutur Agam.

Saat itu Khafid tidak berani menyentuh tubuh kaku Juliana Marins dan memilih menunggu tim yang lain turun.

"Dia bilang gak berani sentuh tunggu yang lain biar dilihat bersama. Terus turun Tyo, Mas Syamsul, baru saya," ungkapnya.

Baca juga: Reaksi Agam Pertama Kali Dengar Juliana Marins Jatuh di Gunung Rinjani, Santai Gara-gara Video Drone

Sementara tiga rescuer yang lain berjaga di bibir jurang kedalaman 400 meter untuk menjaga tali keempatnya.

"Kita bagi-bagi, gak bisa turun semua tujuh, jadi hanya empat yang turun," kata Agam.

Padahal menurut dia, jasad Juliana Marins awalnya akan dibawa ke bawa melalui danau.

"Karena di lapangan kami melihat masih lebih jauh lagi turun ke danau, masih 400-500 meter. Batuannya tidak seperti di gambar, kita jalan batu jatuh semua, batuan lepas," tuturnya.

Akhirnya mereka pun memutuskan untuk membawa jasad Juliana Marins naik ke atas.

"Akhirnya kita gantian, naik leader Bang Khafid, Tyo, Botol. Saya yang temani mayat," kata Agam.

Puluhan tim yang berada di atas pun perlahan-lahan menarik tali para rescuer dan korban.

"Tarik pelan-pelan, karena harus ada yang naik dan seimbangkan mayat. Kami tarik dari jam 06.00 Wita sampai di atas jam 15.00 Wita," jelasnya lagi.

Sebelum membawa naik jasad Juliana, Agam bersama Khafid, Syamsul alias Botol, dan Tyo bermala dulu di tebing dengan kedalaman 600 meter.

Mereka tidur dengan bantuan tali yang dibor ke batu agar tidak tergelincir ke jurang yang lebih dalam.

"Kita tidur bergantung di batu, berharapnya malam itu tidak hujan," kata Agam.

Baca juga: Sosok Syamsul Pahdli, Rescuer yang Pertama Turun Cari Juliana Marins, Tidur Bergelantung 2 Malam

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved