Ternyata Juliana Marins Masih Hidup 32 Jam Usai Jatuh, Otopsi Kedua Korban Ungkap Temuan Mengejutkan

Fakta baru kematian Juliana Marins terkuak, ternyata Juliana masih hidup 32 jam usai jatuh ke jurang Gunung Rinjani. Ini hasil otopsi kedua Juliana.

Penulis: khairunnisa | Editor: khairunnisa
kolase Globo dan Instagram Juliana Marins
JULIANA MARINS TEWAS: Fakta baru kematian Juliana Marins terkuak, ternyata Juliana masih hidup 32 jam usai jatuh ke jurang Gunung Rinjani. Ini hasil otopsi kedua Juliana yang diungkap dokter forensik baru-baru ini. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Fakta baru nan mengejutkan kembali tersaji berkenaan dengan kasus kematian pendaki asal Brasil, Juliana Marins di Gunung Rinjani.

Fakta baru tersebut terkuak setelah jasad Juliana Marins diotopsi untuk yang kedua kalinya di Brasil setelah tiba di kampung halamannya beberapa hari lalu.

Dari temuan dokter forensik, ternyata Juliana Marins masih hidup selama 32 jam setelah jatuh ke jurang di Gunung Rinjani.

Seperti diketahui, Juliana Marins dikabarkan jatuh saat tengah mendaki Gunung Rinjani pada Selasa 21 Juni 2025 lalu.

Setelah empat hari berlalu, jasad Juliana Marins baru berhasil dievakuasi oleh Tim SAR serta relawan termasuk Agam Rinjani.

Evakuasi jasad Juliana menuai pro dan kontra terlebih dari warga Brasil, akhirnya korban pun dibawa ke Brasil.

Di sana, jenazah Juliana dilakukan dua kali otopsi.

Hingga pada Jumat (11/7/2025), pihak keluarga dan tim dokter mengumumkan hasil otopsi yang kedua untuk jasad Juliana Marins.

Dilansir dari laman G1 Globo, dokter forensik Reginaldo Franklin mengurai hasil penyelidikan dan otopsi terhadap jasad Juliana.

Dara 26 tahun itu diperkirakan pertama kali terjatuh dari ketinggian 220 meter.

Dari ketinggian 61 meter itu Juliana menghantam bebatuan dan dinding curam serta pasir.

Meski begitu kata dokter dari hasil otopsi, Juliana masih berhasil hidup selama seharian lebih.

Fakta itu ditemukan dari larva alias serangga di kulit kepala Juliana.

Dari larva tersebut bisa diperkirakan waktu kematian seseorang.

"Tanggal 22 siang (waktu Indonesia) ditambah 15 menit, Juliana Marins meninggal. Ia tetap hidup selama kurang lebih 32 jam," pungkas Reginaldo Franklin dilansir TribunnewsBogor.com pada Minggu (13/7/2025).

UCAPAN TERIMA KASIH KELUARGA JULIANA MARINS - Ucapan Terima Kasih Keluarga Juliana Marins untuk Rescuer Gunung Rinjani :
UCAPAN TERIMA KASIH KELUARGA JULIANA MARINS - Ucapan Terima Kasih Keluarga Juliana Marins untuk Rescuer Gunung Rinjani : (Instagram resgatejulianamarins/Agam Rinjani)

Lebih lanjut diungkap ahli swasta dari kepolisian setempat, Nelson Massini mengurai soal cedera yang dialami Juliana saat terjatuh ke jurang pertama kali.

Berdasarkan penelusuran keluarga dan kepolisian, Juliana diperkirakan awalnya terpeleset sejauh 60 meter ke jurang hingga mencapai 220 meter.

Lalu untuk kedua kalinya Juliana terjun lagi 60 meter tapi mampu bertahan hidup selama 15 menit.

Akhirnya Juliana tewas setelah terjatuh di kedalaman 650 meter.

Baca juga: Ali Bongkar Curhat Terakhir Juliana Marins Sebelum Tewas di Rinjani, Firasat Buruk Guide Jadi Nyata

Hasil otopsi dokter di Indonesia

Sementara itu terkait hasil otopsi Juliana Marins yang kedua, sebelumnya dokter dari Indonesia juga telah mengurai analisanya.

Dokter forensik RSUD Bali Mandara, dr. Ida Bagus Putu Alit, DMF. Sp.F sempat menjelaskan hasil otopsi Juliana Marins.

Bahwa Juliana mengalami cedera di sekujur tubuh korban, terutama luka lecet akibat gesekan yang mengindikasikan korban terbentur benda tumpul saat terjatuh. 

Selain itu, tim medis juga menemukan sejumlah tulang yang patah, termasuk di bagian dada, punggung, dan paha. 

“Kemudian kita juga menemukan adanya patah-patah tulang. Terutama di daerah dada, bagian belakang, juga tulang punggung dan paha,” kata dokter Alit dikutip dari Kompas.com.

Lebih lanjut diungkap Alit, Juliana diperkirakan masih hidup selama 20 menit usai terjatuh.

Menurut Alit, patah tulang yang dialami korban menyebabkan kerusakan pada organ-organ dalam disertai pendarahan. 

Berdasarkan temuan tersebut, dokter menyimpulkan bahwa penyebab kematian Juliana Marins adalah benturan benda tumpul yang mengakibatkan cedera organ dalam dan perdarahan. 

Selanjutnya diperkirakan luka dan pendarahan berat yang dialaminya membuat Juliana tidak mampu bertahan lama. 
Ia diperkirakan meninggal sekitar 20 menit setelah mengalami cedera serius. 

"Kematian terjadi dalam waktu singkat, diperkirakan paling lama 20 menit setelah korban mengalami luka,” jelas Alit.

Baca berita lain TribunnewsBogor.com di Google News 

Ikuti saluran Tribunnews Bogor di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved