Hujan Abu di Citeureup

Penyebab Hujan Debu di Citeureup Kabupaten Bogor, Indocement Buka Suara

Peristiwa yang terjadi di lini Plant 5 itu akibat adanya hembusan angin besar pada Minggu (10/8/2025) sehingga masyarakat di Kampung

|
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Muamaruddin Irfani
HUJAN DEBU DI BOGOR - Perusahaan produsen semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk jadi penyebab hujan debu di pemukiman warga Kampung Cigeger, Desa Citeureup, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Sabtu (16/8/2025). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CITEUREUP - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk buka suara terkait tudingan menjadi penyebab hujan debu di wilayah Desa Citeureup, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Pihak manajemen salah satu perusahaan produsen semen terbesar di Indonesia itu membenarkan bahwa debu bersumber dari Objek Vital Nasional tersebut.

Peristiwa yang terjadi di lini Plant 5 itu akibat adanya hembusan angin besar pada Minggu (10/8/2025) sehingga masyarakat di Kampung Cigeger terdampak jatuhan debu.

General Manager Operation Kompleks Pabrik Citeureup, Setia Wijaya mengaku peristiwa insidental itu terjadi karena ketidaksengajaan.

Ia menyebut debu yang tidak terduga keluar pada saat lubang pemeriksaan atau check hole dibuka dan debu tertiup angin ke arah pemukiman masyarakat.

Sementara itu, kata dia, pada saat kejadian lini Plant 5 sedang tidak beroperasi dan pekerja pabrik sedang melakukan kegiatan pembersihan sumbatan (clogging) di bagian pemisahan material. 

"Mengetahui hal tersebut, segera pekerja kami menutup lubang check hole, sehingga dalam waktu sekitar tiga menit jatuhan debu semen langsung teratasi," ujarnya melalui keterangan tertulis, Sabtu (16/8/2025).

Pasca kejadian, pihak Indocement telah menyampaikan permintaan maaf dan berkoordinasi dengan masyarakat desa terdampak melalui kepala desa dan sekretaris desa terkait dengan peristiwa insidental di atas. 

"Kami juga telah melakukan evaluasi dan koreksi terhadap prosedur pembersihan sumbatan untuk tidak dilakukan dalam kondisi angin yang bertiup kencang, agar kejadian peristiwa ini tidak terulang kembali di seluruh kompleks pabrik Indocement," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved