Segini Harga Batu Nisa di Bogor, Termahal Terbuat Dari Bahan Marmer

Ditoko tersebut ada berbagai model batu nisan yang dijual dari berbahan keramik biasa hingga berbahan marmer.

Penulis: Afdhalul Ikhsan | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Afdhakul Ikhsan
Toko batu nisan di Jalan Griya Persada, Karang Asem Barat, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Afdhalul Ikhsan

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CITEUREUP - Pedagang batu nisan sering kali kita temui diberbagai daerah tak terkecuali diwilayah Bogor.

Salah satunya toko batu nisan yang berada di Jalan Griya Persada, Karang Asem Barat, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Ditoko tersebut ada berbagai model batu nisan yang dijual dari berbahan keramik biasa hingga berbahan marmer.

Pengrajin batu nisan, Arif Saputra (20) mengakui jika keuntungan dari usaha batu nisan ini tidak bisa diprediksi.

"Enggak tentu meskipun setiap hari ada yang meninggal, orang yang beli kadang tiga hari baru ada," ucapnya kepada TribunnewsBogor.com saat ditemui, Senin (22/10/2018).

Seorang pekerja ditiko batu nisa sedang membuat nisan untuk kuburuan.
Seorang pekerja ditiko batu nisa sedang membuat nisan untuk kuburuan. (TribunnewsBogor.com/Afdhakul Ikhsan)

Biasanya lanjut dia, pembeli hanya ingin memperbaiki nisan keluarganya yang sudah rusak.

"Apa-apa sekarang susah jadi yang beli nisan ini orang-orang yang memang ingin memperbaiki makam keluarganya saja," terangnya.

Ia menilai jika kondisi ekonomi saat ini terbilang sulit sehingga berdampak kepada pelaku usaha.

"Sekarang mah susah banyak yang gulung tikar enggak mampu," tuturnya.

Arif menjelaskan perlu kelihaian untuk membuat batu nisan yang permukaannya ditulisi nama orang yang meninggal.

Ukurannya pun bervariasi begitu juga dengan harga yang ditawarkan, Rp 1,3 hingga 3,7 juta.

"Kalau yang paling mahal itu yang dari marmer bentuknya kotak," sebutnya.

Menurutnya, konsumen bisa juga terima jadi pesanannya tanpa harus repot mengambil ditoko dan memasangnya di makam sanak saudaranya.

"Selain buatin kadang kita juga nganterin kesana sekaligus dipasangin iya kaitannya sama orang-orang mati," terangnya.

Diakuinya bahwa bisnis batu nisan selalu mengingatkan pada kematian yang menjadi rumah terakhir manusia.

"Berbisnis kematian mas karena pada saat buat batu nisan pasti ingat mati," tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved