Kanal

Haikal Hasan Ungkap Alasan Ustaz Abdul Somad Dicegah Ceramah di KPK : Karena Bukan Pendukung Jokowi

Haikal Hasan sebut penolakan UAS di KPK karena beliau bukan pendukung Jokowi. - Youtube/Talk Show tvOne

Menurutnya, hal itu sudah berlangsung sejak hampir setahun yang lalu.

"Itu berlangsung sejak Ramadhan tahun lalu sampai sekarang belum pernah terputus, dan kira-kira ini 5 tahun ke depan pun akan begitu," kata Haikal Hasan lagi.

Ingin Ikuti Tausyiah UAS Secara Langsung, Warga Bogor Barat Rela Hadir Usai Pulang Kerja

Masjid Raya Al-Muttaqin Bogor Dipadati Jamaah yang Akan Mengikuti Tausiyah UAS

Alasan Pimpinan KPK Cegah Pegawai Undang Ustaz Abdul Somad, Ini Penjelasan UAS Soal Isi Ceramahnya

Menurut Haikal Hasan, dirinya akan membuat list siapa saja ulama yang dilaran ceramah di mesjid kementerian dan pemerintah.

"Akan saya kumpulkan siapa saja yang mendapat perlakuan sama, akan kita list sekalian," ujarnya.

Ia pun memastikan kalau adanya larangan tersebut masih soal perbedaan pilihan politik.

"Ya betul (karena alasan politik), udah pasti, saya jamin, saya bisa tunjukkan semua WA-nya. Babe maaf sekarang Babe nggak boleh dateng dulu ke kantor kami, untuk menjaga kondusifitas. Loh kan yang kita omongin apa sih?," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Katib Syuriyah PWNU DKI Jakarta Taufiq Damas setuju bahwa pimpinan KPK tidak perlu bersikap berlebihan seperti itu.

"Nggak perlu (pimpinan KPK bereaksi seperti itu) jadi sekarang ini orang itu kan nggak boleh melarang-larang orang," ujar taufiq Damas.

Namun menurutnya, ulama juga jangan terlalu dibawa perasaan jika ditolak ceramah di suatu tempat.

"Tapi kita harus mengakui juga bahwa masyarakat kita ini sudah terjebak pada like dan dislike pada siapa yang harus kita undang dalam acara keagamaan, dan itu wajar, saya juga pernah kok ditolak-tolak orang, biasa aja gitu loh," jelas Taufiq Damas.

Halaman
1234
Penulis: Vivi Febrianti
Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: TribunnewsBogor.com

Viral! Anggota Dewan di Maluku Lempar Ubi Goreng ke Lantai akibat Tidak Sesuai Anggaran

Berita Populer