Pengakuan Pelaku yang Cabuli Belasan Anak TK dan SD di Cirebon: Badannya Ditekan ke Tembok

Penulis: Damanhuri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Belasan bocah TK dan bocah SD di Cirebon, Jawa Barat menjadi korban pencabulan pemuda berusia 19 tahun.

Saat ini, pemuda berisinial MN itu telah diamankan oleh polisi untuk menjalani pemeriksaan.

Tersangka MN diamankan Satuan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reserse Kriminal Polresta Cirebon.

Korban pencabulan MN sebanyak 11 orang anak yang rentan usianya antara 4 hingga 11 tahun.

Menurut polisi, MN menggunakan berbagai modus dalam memaksa para anak-anak untuk melayani nafsu bejatnya.

Aksi biadab MN ini dilakukan di rumah pelaku yang tinggal tidak berjauhan dengan rumah para korban.

Kapolresta Cirebon AKBP Syahduddi, awal terungkapnya kasus asusila yang dilakukan oleh MN ini saat salah satu korban mengeluh sakit di bagian anusnya ketika buang air besar.

Orang tua korban langsung memeriksakan kondisi anaknya pada Puskesmas.

Namun, petugas di Puskesmas menyebut ada luka yang diindikasikan bekas pencabulan.

Orang tua tersebut langsung marah dan langsung melaporkan kasus yang menimpa anaknya pada kepolisian.

Kisah Gadis 16 Tahun Tak Berani Pulang Setelah Disetubuhi Ayah Kandungnya Berkali-kali di Rumah

Cerita Ayah Sebelum Balitanya Ditemukan Tewas Tanpa Kepala di Sungai: Anak Saya Itu Takut Air

Kapolresta Cirebon, AKBP Syahduddi (tengah), Kasat Reskrim, AKP Anton, dan Kanit PPA Polresta Cirebon IPDA Dwi Hartati menunjukan barang bukti tindakan kekerasan seksual berupa pencabulan yang diduga dilakukan MN remaja 19 tahun terhadap 11 anak di bawah umur. (MUHAMAD SYAHRI ROMDHON)

Setelah melakukan pemeriksaan, dalam waktu singkat, polisi langsung menangkap MN yang tak lain adalah tetangga korban.

“Yang bersangkutan sudah melakuan aktivitas penyimpangan seksual tersebut dari mulai tahun 2017. Korban semuanya berada tinggal di sekitar rumah pelaku,” kata Syahduddi Mapolresta Cirebon dikutip TribunnewsBogor.com dari Kompas.com Jumat (13/12/2019).

Kepada polisi, MN mengaku melakukan ancaman kepada para korban.

Tujuannya, agar anak-anak tersebut mau menuruti permintaannya.

Halaman
123