Hasil Penelusuran Gorong-gorong Zaman Belanda di Kota Bogor, Arkeolog Temukan Filter Limbah

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kepala Balai Arkeologi Jawa Barat Deni Sutrisna

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Balai Arkeologi Jawa Barat ikut melakukan penelitian gorong-gorong di Kota Bogor yang diduga dibangun pada zaman Belanda.

Kepala Balai Arkeologi Jawa Barat Deni Sutrisna mengatakan bahwa dari temuan awal diduga saluran air ini difungsikan dan diperbaiki dari masa ke masa.

"Berdasarkan hasil tinjauan kami memang ditemukan saluran lama saluran ini kalau diperhatikan itu terdiri dari berbagai peruntukan adanya dari barat arah timur dan selatan tapi sayang untuk penelusuran sejauh mana itu sudah terturup oleh implasemen bangunan," ujarnya.

Saluran air yang yang ditemukan di area Depo Stasiun tersebut merupakan titik temu saluran air dari wialayah Tengah, Barat, Selatan dan Timur.

Tim peneliti gorong-gorong zaman Belanda di Kota Bogor melakukan survey dan penelusuran masuk ke dalam gorong gorong (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Selain adanya temuan saluran air yang menjadi titik temu, tim peneliti dari Bogor Historia, Bappeda Kota Bogor dan Dosen Teknik Sipil Universitas pakuan juga menemukan adanya sumur retensi yang berfungsi sebagai filter.

Sayangnya titik tersebut tidak bisa ditelusuri lantaran adanya bangunan gardu yang sudah ada di atas kolam retensi.

Kolam tersebut kata Deni, kemungkinan besar berfungsi sebagai filter saluran air limbah sebelun dibuang ke sungai.

"Iya itu bekas kolam retensi dulu kolam retensi itu fungsinya untuk resapan air dari tempat saluran air ditemukan sebelum sampai sungai cipakancilan itu ditengah tengahnya ada penyaringan filter itu jadi istilah kolam disini adalah kolam retensi penyaringan untuk membuang air limbah sebelum ke cipakancilan itu diolah dikolam retensi," ujarnya.

Dari hasil penelitian awal ini belum bisa dipastikan kapan bangunan tersebut ada, karena seperti diketahui saluran air ini sudah berpisah dari struktur bangunann aslinya.

Meski demikian Deni menduga ini merupakan bangunan zaman Belanda lantaran sama seperti di daerah lainnya.

Dimanna setiap ada pembangunan stasiun zaman Belanda di sana juga ditemui saluran air yang canggih dan mempuni.

"Dan terbukti dibeberapa rel kereta api yang kami temukan diluar Kota Bogor itu hampir sama dengan yang ada di Bogor,  setiap stasiun ada sistem drainase yang mempuni," katanya.