Ahmad Sahroni Hina Rakyat Soal DPR Bubar, Balasan Rocky Gerung : Pengemis Tak Boleh Hardik Tuannya

Balasan Pedas Rocky Gerung untuk Ahmad Sahroni Anggota DPR RI : Pengemis Tidak Boleh Menghardik Tuannya

Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Ardhi Sanjaya
TikTok tumbuhinstitute/Instagram Ahmad Sahroni
POLEMIK HINAAN AHMAD SAHRONI - Rocky Gerung (KIRI). Ahmad Sahroni (KANAN). Balasan Pedas Rocky Gerung untuk Ahmad Sahroni Anggota DPR RI : Pengemis Tidak Boleh Menghardik Tuannya 

Saya tidak peduli seberapa powerful anda, seberapa kaya anda dan seberapa banyak orang yang anda sudah penjara. Anda adalah salah satu pihak yang harus bertanggung jawab atas semua kekacauan ini.

Camkan itu baik-baik." tulis Ferry di Instagram.

Baca juga: Profesi Salsa Erwina Diaspora Viral Tantang Debat Ahmad Sahroni, Gajinya Tak Kalah dari Anggota DPR

Selain itu Mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno mengaku sakit hati mendengar hinaan Ahmad Sahroni.

"Saya sebagai Purnawirawan Polri merasa sakit hati dengan pernyataan Ahmad Sahroni Komisi III DPR RI yang mengatakan masyarakat tolol karena saya juga bagian masyarakat Indonesia," tulis Oegro di Instagram.

Komjen Oegroseno menamatkan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1978 dan meniti karier gemilang dalam tubuh Polri.

 Ia pernah menjabat Kapolda Sulawesi Tengah, Kapolda Sumatera Utara, Kadiv Propam, Kalemdiklat, Kabaharkam, hingga akhirnya dilantik menjadi Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) pada tahun 2013.

Lahir di Pati, Jawa Tengah, pada 17 Februari 1956, Oegroseno dikenal karena sikapnya tegas dan penuh prinsip. 

Ia pernah menolak perintah eksekusi terpidana mati—sebagai bentuk menjaga nurani—yang berujung pada pemindahannya dari jabatannya saat itu.

Sebagai Wakapolri, Oegroseno sempat membangun hubungan lebih kooperatif antara Polri dan KPK, dan terlibat menjadi anggota tim independen untuk meredam ketegangan antara kedua lembaga penegak hukum tersebut.

Hinaan Sahroni juga membuat Rocky Gerung menanggapinya.

Rocky menyoroti tantangan debat Salsa Erwina Hutagalung pada Sahroni.

"Beredar di sosial media ada seorang perempuan yang kelihatannya dia memang pintar karena narasinya kuat, dia nantang siapa, anggota DPR yang dianggap pongah itu," katanya seperti dikutip TribunnewsBogor.com dari akun TikTok tumbuhinstitue.

Ia mengatakan kepongahan memang semestinya dikritik agar tidak meloloskan seseorang menjadi anggota DPR RI.

"Kepongahan memang selalu harus dikritik, tidak mungkin kita meloloskan anggota dewan kalau terus-menerus bahasa tubuhnya aja sudah menghina rakyat," katanya.

Rocky Gerung berpendapat ketika Sahroni menghina masyarakat, artinya ia sudah melupakan suara rakyat yang menjadikannya sebagai anggota DPR RI.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved