Beda dari Suami Tyas, Tasya Kamila Pamer Kontribusi Usai Dapat LPDP, Tapi Malah Bikin Netizen Heran

Di tengah polemik suami Tyas, artis Tasya Kamila pamer kontribusinya selama berkuliah dan dapat beasiswa dari LPDP hingga disorot netizen.

Penulis: khairunnisa | Editor: khairunnisa
TribunnewsBogor.com
POLEMIK LPDP TYAS: Di tengah polemik suami Tyas (kiri), artis Tasya Kamila (kanan) pamer kontribusinya selama berkuliah dan dapat beasiswa dari LPDP hingga disorot netizen. 

Ringkasan Berita:
  • Polemik LPDP suami Dwi Sasetyaningtyas membuat Tasya Kamila memaparkan kontribusinya sebagai alumni.
  • Ia menyebut kiprahnya di bidang lingkungan, pendidikan, dan pemberdayaan publik.
  • Unggahan itu menuai pro-kontra, sementara Purbaya Yudha Sadewa menjatuhkan sanksi pengembalian dana pada AP.

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Polemik soal beasiswa LPDP yang dialamatkan kepada suami aktivis Dwi Sasetyaningtyas, AP melebar ke mana-mana.

Setelah AP dapat sanksi diminta mengembalikan uang beasiswa LPDP yang telah diberikan negara, kini giliran awardee alias penerima LPDP lainnya yang ikut bersuara.

Sosok penerima LPDP lainnya yang angkat bicara di saat polemik Tyas masih memanas adalah artis Tasya Kamila.

Dalam akun media sosialnya, Tasya memamerkan capaian dan kontribusinya saat dulu mendapatkan beasiswa LPDP dari pemerintah.

Tasya rupanya ogah bernasib sama seperti suami Tyas yang dikuliti netizen soal kontribusinya setelah dibantu biaya pendidikan oleh negara.

Karenanya melalui postingan terbarunya, Tasya menjabarkan cerita saat dirinya dapat beasiswa LPDP dan bisa kuliah di Amerika Serikat.

"Izin laporan, boss!
Terimakasih @lpdp_ri atas kepercayaannya. Alhamdulillah telah selesai masa bakti.
Bismillah, jangan lelah mencintai negeri. Kita semua punya tempat untuk berkontribusi," tulis Tasya Kamila dilansir TribunnewsBogor.com pada Selasa (24/2/2026).

Dalam postingannya itu Tasya sadar betul bahwa banyak yang bertanya-tanya kepadanya soal kontribusinya setelah dapat beasiswa LPDP.

Kata Tasya, pertanyaan dari rakyat itu adalah hal wajar karena ia dibiayai kuliah oleh negara yang berasal dari pajak rakyat.

"Hai semua, sering kali aku ditanya soal apa kontribusiku sebagai alumni awardee beasiswa LPDP. Apalagi belakangan ini isu LPDP menjadi polemik. Buatku kalian berhak bertanya soal ini! Sebagai sesama rakyat yang membayar pajak, aku sangat mengerti bahwa teman-teman mau 'investasi' kita semua melalui APBN dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan sumber daya manusia menghasilkan output yang baik buat bangsa. Untuk itu izinkan aku melaporkan apa saja yang sudah ku lakukan selama periode masa bakti LPDP dalam berkontribusi pada bangsa," ungkap Tasya.

Untuk diketahui, Tasya dapat beasiswa LPDP untuk melanjutkan pendidikan S2 di Columbia University jurusan Public Administration in Energy and Environmental Policy.

Kuliah S2 dari tahun 2016 hingga 2018, Tasya pun mengungkap kegiatannya selama menempuh pendidikan di kampus top dunia itu.

"Alasan berkuliah dengan jurusan tersebut: memiliki ketertarikan di bidang lingkungan hidup dan perumusan kebijakan publik karena sejak tahun 2005 sudah mengemban tugas sebagai Duta Lingkungan Hidup. Selain itu aku punya cita-cita untuk menjadi Menteri, seenggaknya harus punya ilmu policymaking dong hehe," tulis Tasya.

Berikut adalah beberapa kegiatan dan capaian Tasya selama kuliah S2 di Amerika Serikat:

  1. Lulus tepat waktu dengan IPK 3,75
  2. Aktif di organisasi pemuda internasional di bawah naungan PBB: Sustainable Development Solutions Network-youth, mewakili pemuda Indonesia
  3. Kerap menghadiri forum PBB di New York sebaga delegasi Indonesia, moderator, dan peserta
  4. Saat masa studi pun sudah berusaha berkontribusi untuk Indonesia dengan manfaatkan resource kampus untuk mengembangkan proyek desa mandiri energi di Sumba, NTT
  5. Menjadi bendahara organisasi mahasiswa Asia Tenggara di kampus, memperkenalkan budaya Indonesia ke komunitas kampus.
  6. Magang di Kementerian ESDM untuk mempelajari lebih dalam soal kebijakan energi baru dan terbarukan di Indonesia
  7. Selain itu, Tasya juga menjabarkan kontribusinya setelah lulus kuliah S2 dan mendapatkan gelar Master.

"Berikut bentuk tanggung jawab dan kontribusiku bagi Indonesia selam amasa bakti LPDP 2N+1 pasca lulus (2018-2023):

  • Berkomitmen untuk pulang ke Indonesia pascalulus dan selama masa bakti
  • Menjadi jembatan antara pemerintah dan publik dalam kapasitas sebagai figur publik: Jadi duta lingkungan hidup, kerja sama dengan kementerian, lembaga, pemerintah
  • Melakukan gerakan akar rumput untuk keberlanjutan melalui yayasan green movement Indonesia
  • Memberdayakan pemuda Indonesia melalui talkshow, seminar, workshop di bidang pendidikan, lingkungan hidup, dan kesehatan
  • Sempat menjadi pengajar untuk sebuah platform pendidikan online
  • Berperan aktif dalam industri kreatif Indonesia dan melestarikan lagu anak Indonesia
  • Menggunakan platform sosmed untuk membagikan informasi seputar parenting, tumbuh kembang anak, dan kesehatan demi mendukung generasi emas Indonesia,"
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved