Cucu Mpok Nori Tewas

Sosok Dwintha Anggary Cucu Mpok Nori di Mata Keluarga, Penurut dan Penyayang Anak

Di balik sifat cerianya, kehidupan rumah tangga Anggi bersama mantan suami sirinya, FD (49), menyimpan tekanan.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Tsaniyah Faidah
istimewa
TRAGEDI CUCU MPOK NORI - Dewintha Anggary, cucu Mpok Nori, dikenal keluarga sebagai sosok yang penurut, murah senyum, dan sangat menyayangi keponakan-keponakannya. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Di mata keluarga, Dewhinta Anggary (37) atau yang akrab disapa Anggi, merupakan sosok yang sangat baik, penurut, dan murah senyum.

Kakak kandung korban, Dian Puspitasari (40), mengenang cucu seniman legendaris Mpok Nori itu sebagai pribadi yang suka mengalah meski sedang ditegur oleh anggota keluarga lainnya.

"Korban itu baik banget, penurut, dan suka mengalah. Soalnya kadang kalau kita omelin atau sindir-sindir, dia cuma nyengir saja, murah senyum orangnya," kenang Dian.

Selain sifatnya yang kalem, Anggi juga dikenal sangat menyayangi anak-anak, terutama keponakan di lingkungan keluarganya.

Namun, di balik sifat cerianya, kehidupan rumah tangga Anggi bersama mantan suami sirinya, FD (49), menyimpan tekanan.

Dian mengungkapkan bahwa adiknya telah ditalak oleh FD pada awal Februari 2026, yang kemudian membuat Anggi memutuskan untuk tinggal sendiri di rumah kontrakan.

Meski sudah berpisah, pelaku justru menyewa tempat tinggal di sekitar kontrakan korban untuk memantau gerak-geriknya.

Dian melihat adanya perubahan sikap yang memicu kecemburuan pelaku, terutama setelah Anggi mulai aktif bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Sejak adik saya kerja, temannya jadi banyak, ada aktivitas di luar dan banyak interaksi. Mungkin dia (pelaku) cemburu," ujar Dian.

Menurutnya, selama ini Anggi seolah dikekang dan dilarang berkomunikasi dengan orang lain oleh pelaku yang memiliki sifat sangat cemburuan.

Interaksi terakhir keluarga dengan Anggi terjadi pada Kamis malam melalui pesan singkat sekitar pukul 21.30 WIB.

Setelah itu, komunikasi terputus karena kesibukan masing-masing menjelang Lebaran.

Dian bahkan sempat berpapasan dengan Anggi saat hendak ke pasar pada hari Kamis, namun ia baru menyadari belakangan bahwa saat itu pelaku ternyata sedang membuntuti korban dari belakang.

Tragedi ini akhirnya terungkap pada Sabtu (21/3/2026) dini hari saat ibu dan adik korban berniat membangunkannya.

Karena pintu terkunci rapat dan tidak ada respons, sang adik memanjat jendela yang terbuka dan menemukan Anggi sudah meninggal dunia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved