Beda Sikap Gubernur Kaltim dan Dedi Mulyadi Hadapi Pendemo, Rudy Masud : Kalau Saya Dilempar Gimana

Beda Sikap Gubernur Kaltim dan Dedi Mulyadi Hadapi Pendemo, Rudy Masud : Kalau Saya Dilempar Gimana

Tayang:
Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Ardhi Sanjaya
Instagram/Instagram Kaltim/Dedi Mulyadi
DEMO GUBERNUR - Gubernur Kalimantan Timur Rudy Masud saat ada demo (KIRI). Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KANAN). Beda Sikap Gubernur Kaltim dan Jabar Saat Demo 

Ringkasan Berita:
  • Demo besar di Kalimantan Timur menuntut evaluasi kebijakan dan dugaan KKN, namun Rudy Mas'ud tidak menemui massa dan memilih alasan keamanan serta prosedur audiensi.
  • Aksi sempat ricuh karena massa tidak bisa bertemu gubernur, meski pihaknya mengklaim sudah membuka ruang dialog secara resmi.
  • Berbeda dengan itu, Dedi Mulyadi justru turun langsung menemui dan berdialog dengan massa meski dalam situasi yang tidak kondusif.

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sikap Gubernur Kalimantan Timur Rudy Masud berbeda dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam menghadapi massa aksi.

Rudy memilih untuk pulang ke rumah dinasnya.

Sedangkan Dedi turun langsung ke jalan menemui pendemo untuk berdialog.

Mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar demo besar-besar di depan Kantor Gubernur Kaltim pada Selasa (21/4/2026).

Demo menuntut evaluasi kebijakan Pemprov Kaltim, penghentian korupsi, kolusi dan nepotisme, serta mendesak DPRD menjalankan fungsi pengawasan.

Hal ini dipicu segala kontroversi Rudy Masud.

Mulai dari mobil dinas mewah seharga Rp 8,5 miliar, rumah dinas Rp 25 miliar, termasuk fasilitas akuarium dan alat kebugaran.

Mereka bertahan hingga malam dengan harapan bertemu langsung dengan Rudy Masud.

Namun sampai malam, Rudy tak kunjung menemui massa.

"Gubernur ada tadi di kantor, tapi memang tidak mereka untuk audiensi," kata Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Endar Priantoro.

Kondisi tersebut membuat demo berujung ricuh.

Setelah kericuhan reda, Rudy pergi meninggalkan kantor menuju rumah jabatan tanpa merespons pertanyaan terkait tuntutan massa.

Baca juga: Alasan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Masud Tak Temui Massa Demo : Kita Siap untuk Berdialog, Tapi

Rudy Masud mengaku sudah memberi tawaran perwakilan massa untuk beraudiensi di gedung pemerintahan.

Menurutnya ia membuka akses dialog selama 24 jam di kantor atau rumah jabatan.

"Saya sudah menawarkan, tapi teman-teman itu perwakilan tidak mau. Saya tidak bisa bicara asal bunyi, harus speak by data. Dialog lebih efektif jika dalam suasana kondusif," katanya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved