Kenaikan Harta Perry Warjiyo Gubernur BI, Rp 15 Miliar Jadi Rp 72 Miliar, Rupiah Kini Melemah
Kenaikan Harta Perry Warjio Gubernur BI, Dari Rp 15 Miliar Kini Jadi Rp 72 Miliar, Rupiah Sekarang Lemah
Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Ardhi Sanjaya
Ringkasan Berita:
- Perry Warjiyo dikritik DPR karena rupiah melemah hingga Rp17.680 per dolar AS.
- Meski dikritik, Perry yakin nilai tukar rupiah akan kembali menguat pada Juli–Agustus 2026.
- Harta kekayaan Perry naik dari Rp15 miliar pada 2017 menjadi Rp72,6 miliar pada 2024 berdasarkan data LHKPN.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Harta kekayaan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo meningkat tajam. Sedangkan nilai tukar rupiah kini melemah.
Selama kepemimpinannya, Perry dinilai tidak mampu membawa ekonomi Indonesia ke arah yang lebih baik.
Nilai tukar rupiah melemah menjadi Rp 17.680 per dollar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (18/5/2026).
Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menyinggung mengenai nilai tukar rupiah yang terus melemah sementara segala upaya telah dikerahkan oleh bank sentral.
Mulai dari intervensi di pasar keuangan yang membuat cadangan devisa turun menjadi 146 miliar dollar AS, yield SRBI dinaikkan menjadi 6,40 persen, dan BI telah membeli surat berharga negara (SBN) sebesar Rp 332 triliun pada 2025 dan ditambah Rp 133 triliun pada tahun ini, dan menurunkan batas pembelian dollar AS dari 10.000 dollar AS per orang menjadi 50.000 dollar AS.
"Maka pertanyaan kritis adalah semua instrumen yang dimiliki sudah dilakukan tetapi kenapa rupiah tetap berlanjut mengalami depresiasi?" tanya Harris ke Perry saat rapat kerja di Ruang Rapat Komisi XI Gedung DPR, Senayan, Jakarta.
Kendati demikian, dia mengakui penurunan nilai tukar rupiah lebih disebabkan oleh faktor eksternal yang menekan mata uang berbagai negara.
"Kemungkinan penyebabnya adalah yang Bapak katakan di presentasi tekanan global sangat besar ini memang diakui tekanan global sangat besar tetapi harus diakui juga ada masalah serius di domestik," katanya.
Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Primus Yustisio bahkan sampai menantang Perry untuk mundur dari jabatannya.
Primus menilai bahwa bank sentral saat ini telah kehilangan kepercayaan (trust) dan mengabaikan kredibilitasnya dalam menjaga stabilitas moneter nasional di tengah gejolak ekonomi global.
Politisi PAN ini secara gamblang menyarankan Perry untuk mengundurkan diri demi kehormatan lembaga, sebagaimana budaya kepemimpinan di Jepang atau Korea Selatan.
Baca juga: Senyum Menkeu Purbaya Saat Rupiah Melemah, Yakin Ekonomi Indonesia Tetap Aman
"Anda sebagai pimpinan Bank Indonesia, sebagai tokoh utamanya, harus gentleman, Pak. Harus berani melawan. Saya berikan contoh, mungkin saatnya sekarang Bapak mengundurkan diri. Itu bukan sikap penghinaan, Anda akan lebih dihormati seperti di Korea atau di Jepang jika tidak bisa melakukan tugas dengan baik," katanya.
Kritik tersebut bukan tanpa alasan. Primus memaparkan fakta bahwa indeks pasar modal Indonesia masih menunjukkan tren negatif dibandingkan negara lain yang sudah mulai bangkit.
Namun begitu Perry meyakini bahwa nilai tukar rupiah akan kembali menguat pada Juli sampai Agustus 2026.
Sebab, berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya, tren nilai tukar rupiah cenderung akan melemah setiap April hingga Juni karena tingginya permintaan dollar Amerika Serikat (AS) di dalam negeri akibat masa pembagian dividen perusahaan terbuka.
Baca juga: Harta Kekayaan Gubernur BI yang Diminta Mundur Oleh Primus Yustisio, Disorot Gara-gara Rupiah Anjlok
| Harta Kekayaan Gubernur BI yang Diminta Mundur Oleh Primus Yustisio, Disorot Gara-gara Rupiah Anjlok |
|
|---|
| Alibi Anggota DPRD Jember Main Game dan Merokok saat Rapat, Berdalih Masih Muda: Saya Khilaf |
|
|---|
| Akhirnya Anggota DPRD yang Kepergok Main Game dan Merokok Saat Rapat Minta Maaf, Kekayaannya Disorot |
|
|---|
| Kekayaan Dyastasita WB Juri Cerdas Cermat MPR yang Viral Disorot, Hartanya Ratusan Juta |
|
|---|
| Adu Harta Krisantus Kurniawan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Kini Sesumbar Cium Lutut Dedi Mulyadi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Kenaikan-Harta-Perry-Warjio-Gubernur-BI-Rupiah-Kini-Turun.jpg)